Good Food For All
Amanda Katili Niode, Ph.D.
Manager, Climate Reality Indonesia
berita
Berpikir Merdeka
Ilustrasi Muid Watyutink.com 19 June 2021 10:15
Watyutink.com - Good Food For All – Makanan Yang Baik Untuk Semua, adalah  kampanye publik dalam rangka United Nations Food Systems Summit – KTT Sistem Pangan yang akan diselenggarakan oleh Sekretaris Jenderal PBB, António Guterres pada September tahun ini.

Dalam 3 tahun terakhir, sebanyak 820 juta orang berada dalam kondisi lapar. Sementara itu sebanyak 35 persen dari semua pangan yang diproduksi untuk konsumsi manusia, susut atau terbuang percuma. Sistem pangan saat ini juga menyebabkan hilangnya keanekaragaman hayati dan menyebabkan sepertiga dari semua emisi gas rumah kaca penyebab krisis iklim. 

Guterres menandaskan, pangan adalah benang merah yang menghubungkan semua 17 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), untuk memberantas kemiskinan, ketimpangan sosial dan perubahan iklim dengan prinsip utama no one left behind, tidak ada satu orang pun yang tertinggal.
 
Menurut PBB ada 8 pilar yang menggambarkan makanan yang baik. Pertama, makanan yang baik dimulai dari petani, mereka yang bekerja di garda depan sistem pangan dan krisis iklim yang seringkali mengalami kesulitan hidup.

Kedua, makanan yang baik adalah makanan bergizi, yang memungkinkan manusia untuk sejahtera dan mencapai potensi sepenuhnya. Ketiga, makanan yang baik menyelamatkan kehidupan, dan sebagai dasar dari hidup sehat.

Keempat, makanan yang baik rentan terhadap gangguan, seperti krisis iklim dan konflik kekerasan. Kelima, makanan yang baik tidak selalu menjadi pilihan, karena tidak tersedia, atau terjangkau oleh semua orang.

Keenam, makanan yang baik meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta pertumbuhan ekonomi suatu negara.
Ketujuh, makanan yang baik memungkinkan kemajuan, dan mendorong kemampuan kita untuk memecahkan masalah tersulit.

Kedelapan, makanan yang baik adalah tentang cinta bagi teman, keluarga, dan penduduk dunia lainnya, serta Planet Bumi.

Kampanye Good Food For All bertujuan untuk mendorong pemikiran dan tindakan seputar pangan sebagai solusi untuk mendorong kemakmuran bagi manusia dan lingkungannya. Kampanye ini tidak preskriptif, melainkan memberi pertanyaan bagi siapapun di berbagai lokasi: "Apa artinya makanan yang baik bagi saya?"

Mengamati berbagai nuansa di atas, dalam rangka United Nations Sustainable Gastronomy Day – Hari Gastronomi Berkelanjutan PBB yang diperingati setiap 18 Juni, Nusa Indonesian Gastronomy Foundation, Climate Reality Indonesia, dan Omar Niode Foundation mengumpulkan pendapat dari sejumlah pemerhati dan pelaku usaha di bidang pertanian, pangan dan kuliner di Indonesia.

Sufriadi Safar petani coklat dan sayur-mayur di Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara mengutarakan bahwa makanan yang baik, adalah yang dipanen dari kebun sendiri dan dinikmati hari itu juga.

Ismiyati pemilik Super Roti di Semarang mengolah pangan berbahan dasar bekatul, lapisan luar beras yang biasa menjadi limbah. Produknya termasuk kue kering, cake, pastry, dan yang paling terkenal, bagelen bekatul. Menurut Ismiyati, makanan yang baik adalah pangan lokal yang diolah dengan baik dan benar, serta menjaga lingkungan.

Michellina Triwardhany, Wakil Direktur Utama PT Bank Danamon Indonesia Tbk. yang juga seorang foodie, menuturkan makanan yang baik adalah sumber kesehatan manusia dan bumi ini. Juga menyangkut cinta yang menimbulkan emosi positif serta kenyamanan.

Chef Ragil Imam Wibowo, salah satu chef terbaik Asia menjelaskan, di Indonesia ini sangat banyak makanan yang baik. Kuncinya adalah lokal, segar, minim limbah, organik berdasarkan kepercayaan, dan diperoleh dari produsen tangan pertama. Sehingga petani, nelayan atau perimba memperoleh manfaat yang jauh lebih besar.

Janet DeNeefe, pendiri acara internasional, Ubud Food Festival di Bali mengungkapkan, makanan yang baik memiliki integritas dan keaslian. Bahan-bahan yang digunakan, teknik memasak, dan disiapkan secara sederhana menentukan makanan yang baik.

Masa depan dunia tergantung pada makanan yang baik. Kita membutuhkan dunia tempat makanan yang baik terjangkau, pemerintah dan bisnis bekerja sama untuk menyediakannya, serta para petani, nelayan, perimba di setiap negara ikut menjaga Bumi.

SHARE ON
close

TOPIK TERPOPULER

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF