Nadya Karima Melati
Penalar
news
Sejarawan, pemerhati isu perempuan, kordinator dan peneliti di Support Group and Resource Center on Sexuality Studies Indonesia  
Opini ( 6 )
Alternative title

linkSelengkapnya

Humaniora

Mencari Keadilan Buat Nuril

Bayangkan Anda berada dalam situasi seperti ini. Atasan Anda kerap menelepon buat bicara mesum. Anda terganggu lalu merekam percakapan itu. Bukan untuk disebar, tapi untuk bukti bukan And... - 15 November 2018

OPINI (2)
Alternative title

linkSelengkapnya

Humaniora

Mengikis Pelecehan Seksual di Kampus

Kasus pelecehan di kampus atau universitas sepertinya sudah seringkali terdengar. Hal itu kerap menjadi buah bibir di kalangan mahasiswa. Namun sayang, kasus pelecehan di kampus banyak ya... - 08 November 2018

OPINI (2)
Alternative title

linkSelengkapnya

Humaniora

Cewek Heboh Usai Jojo Buka Baju, Apa Maknanya?

Pebulutangkis Jonatan Christie alias Jojo harus bertanggung jawab! Gara-gara buka baju setelah memenangkan pertandingan di Asian Games 2018, ia mengakibatkan banyak perempuan "hamil ... - 02 September 2018

OPINI (2)
Alternative title

linkSelengkapnya

Humaniora

Pelajaran dari Pelecehan yang Dialami Via Vallen

Apa yang Anda lakukan bila mendapat pesan mesum via chat atau direct message (DM) di media sosial? Reaksi orang bisa berbeda. Tapi Via Vallen tak hanya diam. Ia membagi kisahnya ... - 06 Juni 2018

OPINI (3)
Alternative title

linkSelengkapnya

Humaniora

Menghargai Keputusan Rina Nose Lepas Jilbab

Prinsip dasarnya dahulu, setiap orang berhak meyakini menutup aurat dengan berhijab atau jilbab adalah perintah agama yang ia anut. Akan tetapi, ketika seseorang melepas jilbabnya keputus... - 20 November 2017

OPINI (3)
Alternative title

linkSelengkapnya

Humaniora

Bias Gender di Film Horor Kita

Film Pengabdi Setan versi anyar karya Joko Anwar dinobatkan sebagai film horor Indonesia terlaris sepanjang masa. Penonton kita rupanya suka ditakut-takuti sosok ibu yang menyera... - 20 Oktober 2017

OPINI (3)
search
close

PENALAR

PILIHAN REDAKSI

PENALAR TERPRODUKTIF

Ahmad Heri Firdaus

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF)

YB. Suhartoko, Dr., SE., ME

Dosen Program Studi Ekonomi Pembangunan, Keuangan dan Perbankan Unika Atma Jaya Jakarta

Mohammad Faisal

Direktur Centre of Reform on Economic (CORE) Indonesia

FOLLOW US

Investor Tak Terpengaruh Prediksi Ekonomi RI             Moody’s Tak Tahu Jeroan Indonesia             Ada  Gap, Ada Ketimpangan             Prioritas Utama Tingkatkan Pertumbuhan             Dana Desa Berhadapan dengan Kejahatan Sistemik             Pembangunan Desa Tidak Bisa Berdiri Sendiri             Harus Disadari, Korupsi akan Mengikuti Kemana Uang Mengalir             Banyak Hal Harus Dibenahi dengan kebijakan Strategis dan Tepat             Pertumbuhan Konsumsi Berpotensi Tertahan             Amat Dibutuhkan, Kebijakan Pertanian yang Berpihak pada Petani!