BACK TO TOPIC
OPINI PENALAR
Pakar Teknologi Informasi
Yang Kurang Pandai dan Kreatif Bakal Dilibas Robot

Apakah Indonesia telah siap menghadapi Industry 4.0? Tergantung cara pandangnya. Para petinggi di Republik ini sering kali bilang, kalau kita punya barang tersebut (yang digunakan untuk menopang Industry 4.0), berarti kita siap. Padahal itu artinya kita cuma konsumen, sedangkan uangnya lari ke luar negeri. Contoh handphone, komputer, gadget, mesin-mesin berteknologi dan lain-lain, semua buatan luar negeri, tak ada yang dibuat orang Indonesia.

Kalau kita mau jadi produsen yang membuat alat-alat itu semua sendiri kayaknya masih jauh. Bayangkan saya mau cari programmer yang handal aja susah di Indonesia, akhirnya kita terpaksa pakai orang India buat pekerjaan itu.

Jika kita belum siap menghadapi Industry 4.0, maka amblaslah kita melawan persaingan global. Duit akan keluar terus dan jumlahnya triliuan per bulan. Kalau kata orang ekonomi, neraca Perdagangan kita tidak balance. Padahal sih kita terlalu konsumtif dan tidak bisa bikin apa-apa sendiri. Selain itu tidak ada insentif bagi kita yang bisa bikin alat di Indonesia. 

Robot cuma membuat sistem menjadi efisien, lebih presisi, lebih cepat. Akan tetapi robot tidak bisa berkreasi, berfikir, membuat keputusan. Untuk itu membutuhkan manusia yang pandai, berpendidikan. Yang jelas, mereka yang kurang pandai dan tidak kreatif bakal dilibas oleh robot.

Sialnya, sistem pendidikkan kita menjamin bahwa 90 persen rakyat bangsa ini tidak akan bisa mencapai sarjana. Cek saja statistik pendidikan kita, ya jadi jujur 90 persen bangsa ini akan dilibas oleh automatisasi. Memang, pekerjaan baru akan lahir seiring perkembangan zaman. Namun pekerjaan baru itu hanya bisa lahir bagi mereka yang punya kompetensi dan pendidikan. Bagi mereka yang tidak terdidik--atau 90 persen rakyat bangsa ini--kayaknya itu cuma angan-angan saja. 

Di masa depan, tak semua pekerjaan bakal bisa diambil alih robot atau mengalami otomatisasi. Pekerjaan-pekerjaan yang membutuhkan pengetahuan, kreativitas seperti data scientist dan lain-lain akan jadi tumpuan di masa depan. (ade)
 

SHARE ON
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Christianto Wibisono

Analis Bisnis/ Pendiri Pusat Data Bisnis Indonesia (PDBI)

Riza Annisa Pujarama

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF)

Didin S. Damanhuri, Prof., Dr., SE., MS., DEA

Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM) IPB

FOLLOW US

Presiden sedang Menggali Kuburnya Sendiri             Duet Tango DPR & KPK             Utamakan Tafsir Moral ketimbang Tafsir Hukum dan Ekonomi             Langkah Menkeu Sudah Benar dan Fokuskan pada SKM 1             Industri Rokok Harus Tumbuh atau Dibiarkan Melandai             Perizinan Teknis Masih Kewenangan Daerah             Kiat Khusus Pangkas Birokrasi Perizinan di Indonesia             Politik Etika vs Politik Ekstasi              Kebutuhan Utama : Perbaiki Partai Politik             Pengaruh High Class Economy dalam Demokrasi di Indonesia (Bagian-1)