BACK TO TOPIC
OPINI PENALAR
Sarjana Filsafat UI & Keguruan IKIP Jakarta, Pendiri Pusat Kajian Ideologi Pancasila Jakarta - Pendiri Padepokan Filosofi dan Pondok Tani Organik Yasnaya Polyana Purwokerto
Waspada Bibit Impor Bagian Pertahanan Kedaulatan Bangsa

Model ‘serangan’ lewat bahan pangan dan komoditas, baik melalui sayuran, buah-buahan, dan sejenisnya telah lama dilakukan dalam proxy war. Namun, yang membedakan adalah skema dan metode yang digunakan selalu baru dan berubah-ubah sesuai perkembangannya. Salah satunya melalui pengiriman bibit berbakteri. Dan ini justru lebih sistematis dan lebih berbahaya. Karena sangat sulit dideteksi sejak awal.

Kesulitan mendeteksinya menyebabkan kita terkecoh dan melakukan pembiaran. Bahkan, oleh para ‘agen dan ‘pemain’ proxy war dihembuskan bahwa hal itu hanyalah isu dan merupakan hoax belaka. Masyarakat baru tergagap menyadari setelah ada kasus.

Mewaspadai terhadap segala sesuatu dari luar– baik barang impor yang terdokumentasi, termasuk terhadap bahan pangan dan bibit tanaman komoditas merupakan bentuk mitigasi dan kepedulian dalam menjaga kedaulatan bangsa.

Dalam kasus bibit bawang putih impor terinfeksi Nematoda ini, saya mensinyalir, ada aliansi dan kolaborasi antara penguasa (stakeholder) dan pengusaha yang menjadi ‘pemain’ dalam kasus bibit beracun yang masuk ke Indonesia ini. Kenapa? Karena skemanya sangat halus dan sistematis. Dan hal ini biasa dilakukan dalam perang proxy yang perjuanganya adalah melakukan penjajahan 3F: Fuel, Finance, dan Food, pada suatu wilayah atau Negara, termasuk kepada Indonesia. Nah, dalam opini ini saya hanya akan menjelaskan tentang “Food” saja sebagai bagian dari bentuk perjuangan terhadap ketahanan pangan kita.

Saya melihat ada dua kesalahan dan kelemahan dari kita para aktivis lingkungan dan aktivis kemanusian sehingga terjadi kasus ini, yakni: Pertama, pandangan yang kurang holistik dari para aktivis lingkungan sehingga dalam memandang hanya teknis bio atau tekno saja, bukan culturoecojustice atas budaya, lingkungan dan keadilan. Dimana, pemberian infomasi dan edukasi terhadap kepada masyarakat itu penting, sebagai bagian dari tindakan preventif dan pembelaan terhadap masyarakat. Penanaman pemahaman tentang hal ini penting bagi mereka yang concern dengan lingkungan dan kemanusiaan; bahwa semua orang perlu dibela dan berhak mengetahui apa yang sedang terjadi pada diri serta lingkungannya. (afd)

SHARE ON
close

TOPIK TERPOPULER

PENALAR

PILIHAN REDAKSI

PENALAR TERPRODUKTIF