BACK TO TOPIC
OPINI PENALAR
Wakil Dekan Bidang Akademik FE dan Bisnis Univ. Soedirman, Purwokerto
Wajar, PPN Haji oleh Arab Saudi

Dana haji dapat dialihkan untuk membantu PPN haji akan tetapi dana itu akan habis dengan cepat karena jumlah jamaah haji Indonesia sangat banyak. Kebijakan PPN tidak akan mempengaruhi minat haji karena berhaji itu merupakan rukun Islam yang diwajibkan bagi orang yang mampu sehingga berapapun ongkosnya orang Islam akan tetap berangkat. Bagi orang Islam biaya dikeluarkan untuk berhaji adalah jihad fiisabilillah.

Kebijakan investasi merupakan hal yang baik akan tetapi kewajiban pendanaan infrastruktur merupakan tanggung jawab pemerintah maka dana haji digunakan untuk kepentingan jamaah haji, oleh karena itu maka pemerintah harus mencari alternatif funding untuk pembangunan.

Jadi menurut saya wajar jika jamaah haji dan umroh dikenakan PPN oleh pemerintah Saudi. (pso)

SHARE ON
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Christianto Wibisono

Analis Bisnis/ Pendiri Pusat Data Bisnis Indonesia (PDBI)

Didin S. Damanhuri, Prof., Dr., SE., MS., DEA

Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM) IPB

Riza Annisa Pujarama

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF)

FOLLOW US

Presiden sedang Menggali Kuburnya Sendiri             Duet Tango DPR & KPK             Utamakan Tafsir Moral ketimbang Tafsir Hukum dan Ekonomi             Langkah Menkeu Sudah Benar dan Fokuskan pada SKM 1             Industri Rokok Harus Tumbuh atau Dibiarkan Melandai             Perizinan Teknis Masih Kewenangan Daerah             Kiat Khusus Pangkas Birokrasi Perizinan di Indonesia             Politik Etika vs Politik Ekstasi              Kebutuhan Utama : Perbaiki Partai Politik             Pengaruh High Class Economy dalam Demokrasi di Indonesia (Bagian-1)