BACK TO TOPIC
OPINI PENALAR
Pengamat telekomunikasi dari ICT Institute
Wajar Bila Facebook Diblokir Sementara

Saat ini Facebook tidak bisa mempertanggung-jawabkan soal kebocoran data pengguna termasuk dari Indonesia. Sehingga, pemblokiran sementara saya pikir hal wajar sampai Facebook dapat secara transparan menyampaikan siapa saja yang bocor datanya, digunakan untuk apa dan ke depan bagaimana upaya mereka melindungi data pengguna.

Soal Cambridge Analytica hanyalah contoh bahwa mungkin metode serupa sudah digunakan dalam pilpres di Indonesia, pilkada atau juga akan digunakan dalam Pilpres 2019. Ini yang harus diperhatikan dan diantisipasi.
Sebab, jangan sampai yang sudah terjadi seperti di AS atau negara lain juga terjadi di Indonesia. Utamanya adalah lewat Facebook. Namun Kominfo dan DPR hanya bisa bertanya dan meminta pertanggungjawaban.

Sampai ada kasus bahwa data bocor dan disalahgunakan, itu artinya dapat dipastikan bersalah. Google belum ada kasus mengemuka. Tapi bisa saja ditanya apa upaya mereka melindungi data pengguna.

Perlu diingat, Facebook belum investasi apa-apa di Indonesia. Termasuk mungkin kebenaran membayar pajak. Jadi baiknya tidak usah bicara mereka investasi. Selain itu, aturan hukum tetap perlu dikedepankan. Sama saja bicara investasi tapi misal melanggar hukum kan proses tetap harus jalan. Sebab kita bangsa berdaulat.

Idealnya ada aturan perlindungan data pribadi dan mengatu OTT atau aplikasi asing. Tapi sesungguhnya UU ITE Pasal 30 dan 32 sudah kok ada aturan yang mengatur soal perlindungan data dan penerobosan sistem untuk mencuri data.

Edukasi pengguna medsos yang kurang. Selama ini edukasi tidak fokus dan masif. Baik bagaimana men-share data maupun melindungi data pribadi. Masyarakat menggunakan medsos secara otodidak sehingga hasilnya ya seperti apa yang terjadi belakangan ini. 

Pemerintah/ lewat Kominfo belum cukup mengedukasi publik. Bahkan sayangnya kurang dan seperti tidak ada. Masyarakat hanya disibukkan dengan isu hoax, ujaran kebencian, yang hingga sekarang juga tidak bisa diredam. (ade)
 

SHARE ON
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF