BACK TO TOPIC
OPINI PENALAR
Ketua Presedium PRIMA (Perkumpulan Masyarakat Madani)
Umumkan Semua Penguasa Lahan di Indonesia

Terkait cita-cita memperbaiki struktur penguasaan lahan di Indonesia, maka :

Pertama, Presiden hendaknya mengumumkan semua penguasa lahan yang memiliki lahan ratusan hingga jutaan hektar. Baik yang dimiliki oleh asing, para jenderal pendukung Jokowi maupun oleh pribumi lainnya. Pengumuman ini penting agar rakyat mengetahui siapa-siapa saja "raja" lahan di Indonesia.

Kedua, Selanjutnya, Presiden menyiapkan program land reform dari lahan-lahan tersebut. Tidak tepat jika bagi-bagi tanah kepada rakyat diambil dari hutan sosial. Cara tersebut bisa menghilangkan fungsi hutan sebagai paru-paru bumi. Pembagian tanah harusnya diambil dari para taipan yang mengusai lahan hingga jutaan hektar.

Ketiga, Jika Presiden Jokowi hanya takut kepada Allah, maka seharusnya segera mengumumkan seluruh pemilik lahan yang super luas tersebut, termasuk lahan reklamasi Jakarta yang telah diterbitkan sertifikatnya oleh BPN. Jika Jokowi tidak juga mengumumkan bisa diduga Jokowi takut kepada aseng/asing/para jenderal di sekelilingnya.(pso)

SHARE ON
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Fithra Faisal Hastiadi, Dr., S.E., MSE., M.A

Direktur Eksekutif Next Policy, Dosen FEB UI

Yahya Agung Kuntadi, Ir., M.M.

Kepala Kantor UGM Kampus Jakarta, Institute of Research and Community LPPM UGM

Mohammad Faisal

Direktur Centre of Reform on Economic (CORE) Indonesia

FOLLOW US

Rakyat Harus Diuntungkan dalam Jangka Pendek             Jangan Kejar Target Pembangunan Fisik Saja             Kemampuan Investasi dalam Menyerap Tenaga Kerja Semakin Rendah             Sektor UKM Masih Bisa Diandalkan             Masih Harus Banyak Dilakukan Pembenahan             Tantangan Besar Meningkatkan Tenaga Kerja Menjadi SDM Berkualitas             Ironi yang Tak Pantas Dibiarkan Berulang             Pemerintah Harus Tunjukan Penggunaan Utang  Secara Produktif             Strategi Menjawab Permasalahan Industri Pertanian di Indonesia             Kelaparan Tidak Mengherankan, karena Garis Kemiskinan Terlalu Kecil.