BACK TO TOPIC
OPINI PENALAR
Direktur Eksekutif Lingkar Madani
Ujaran Disampaikan untuk Meningkatkan Popularitas

Ujaran dalam pidato yang disampaikan figur publik ada yang memang disengaja, ada yang tidak disengaja, dan ada juga yang salah dipahami oleh pendengar/orang-orang yang mendengarkan pidato tersebut.

Kalau dalam kasus mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), pidato yang diucapkan beliau di pulau Seribu itu salah dipahami. Apa yang dipikirkan Ahok saat menyampaikan pidato disalahpahami oleh sejumlah orang/kelompok.

Kalau untuk kasus Victor Laiskodat, itu kemungkinan ada unsur kesengajaan. Ada unsur yang sudah diplot di dalam fikiran Victor, lalu diucapkan dalam pidatonya. Menurut saya hal yang sama juga terjadi dalam kasus Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat menyampaikan pidato pertamanya usai pelantikan.

Jadi untuk pidato yang disengaja, ada diksi-diksi tertentu yang mereka pilih dalam rangka menaikan popularitas mereka. Sekarang ini kan memang era populis, semakin populer orang itu, semakin besar juga peluang dia untuk dicalonkan kembali atau mendapat dukungan politik. Ini terjadi terutama di tahun-tahun politik, jelang pemilihan kepala daerah (pilkada) dan pemilihan presiden (pilpres).

Popularitas yang ingin mereka dapatkan itu tidak menyeluruh atau pada kelompok-kelompok tertentu saja. Oleh sebab itu munculah kalimat-kalimat "pribumi", kalimat-kalimat yang seolah-olah mendukung aspirasi umat Islam, padahal saat ini tidak ada lagi yang mempermasalahkan hubungan antara umat Islam dengan negara.

Pemilihan kata-kata dalam pidato yang sengaja dibuat memiliki pesan hanya kepada kelompok-kelompok tertentu. Tidak dibuat secara umum, karena kalau dibuat meluas atau umum mereka tidak akan mendapatkan dukungan dari kelompok-kelompok tertentu tadi. (ast)

 

SHARE ON
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF