BACK TO TOPIC
OPINI PENALAR
Direktur Program INDEF
UMKM Harus Menjiwai Omnibus Law

Semangat melakukan transformasi ekonomi dengan Omnibus Law hendaknya tidak dimaknai hanya mengundang dan memberi jalan tol bagi pengusaha besar, baik lokal maupun global. Memperkuat kinerja UMKM perlu menjadi salah satu indikator keberhasilan transformasi ekonomi.

Data ADB 2015 menunjukkan bahwa UMKM Indonesia hanya menghasilkan 15,8 persen dari ekspor Indonesia, jauh lebih rendah dari Malaysia yang 19 persen, Vietnam dan Filipina yang 20 persen, dan Thailand 29,5 persen. Proporsi ekspor UKM Indonesia tidak membanggakan, hanya lebih tinggi dari Bangladesh yang 11,3 persen

Bayangkan kalau dari perencanaan ditargetkan UMKM Indonesia akan naik kelas dan  menghasilkan juara dunia seperti Credit Agricole di Prancis yang merupakan salah satu koperasi simpan pinjam terbesar dunia atau koperasi susu di Belanda yang ekspornya mengglobal seperti Frischian, Campina yang di Indonesia lebih dikenal dengan merek Susu Bendera.

Dari 11 cluster di Omnibus Law, hanya satu yang fokus ke UMKM, padahal sebagai jenis usaha yang menyerap tenaga kerja terbesar, harusnya UU UMKM menjiwai semua kluster.

Namun hal ini tidak dapat dikatakan Omnibus Law secara keseluruhan jelek. Salah satu hambatan terbesar UMKM adalah peijinan yang memakan biaya dan waktu serta prosedur yang komplek.

Apabila perijinan dipermudah dan dipermurah, apalagi kalau bisa online dan kurang dari seminggu,  maka UKM dan koperasi akan  lebih banyak yang mempunyai badan hukum sehingga bisa mengakses keuangan formal serta program pemerintah

Langkah selanjutnya adalah pendataan kondisi dan potensi UMKM disertai pendampingan yang berkelanjutan sehingga bisa naik kelas. Apabila bisa dialokasikan dana bantuan dan institusi analysis kelayakan kredit dalam Omnibus Law maka franework support lebih kuat.

Selama ini UMKM sulit mendapatkan kredit karena lembaga keuangan sulit melakukan assessment  terhadap kondisi dan kesehatan keuangannya. (msw)

SHARE ON
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Tauhid Ahmad

Executive Director INDEF

Agus Herta Sumarto

Peneliti INDEF

Deniey Adi Purwanto

Peneliti INDEF