BACK TO TOPIC
OPINI PENALAR
Tunggu, Mas

Beda antara Jokowi dan Prabowo dalam membaca hasil “hitungan-cepat” Pemilihan Presiden 2019: Jokowi, yang dinyatakan menang, tidak menyerukan kemenangan — berbeda dengan lazimnya pemenang dalam pilpres di luar negeri. Ia mengimbau semua untuk sabar menanti keputusan resmi dari sang wasit.

Sebaliknya Prabowo. Dengan cepat, entah berdasarkan data dari mana, menyatakan diri menang. Ia tak mau menunggu. Ia hanya mempercayai informasi yang dikukuhkan sumbernya sendiri..

Di tahun 2014 ia melakukan hal yang sama. Ia, di depan kamera televisi, bersujud mencium tanah, mensyukuri “kemenangan” yang sebenarnya palsu — dan banyak orang tahu itu palsu.

Terbukti kemudian klaim kemenangannya ditolak Mahkamah Konstitusi. 

Saya tak paham, mengapa hal yang sama sekarang ia ulangi: tidak sabar — seakan-akan ia takut akan kehilangan sebuah fantasi yang indah tapi sebentar. 

Ada yang mengatakan, itu perangai yang aneh. Ada yang mengatakan, itu tanda tak adanya sportivitas dalam diri Prabowo — menerima kemenangan dan kekalahan dalam bertanding dengan tenang, karena mengikuti aturan wasit yang sudah disepakati bersama. Ada yang mengatakan itu hanya taktik. 

Wallahu alam...

Catatan: Tulisan ini semula muncul di akun halaman Facebook Goenawan Mohamad, Kamis, 18 April 2019. (ade) 

SHARE ON
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Yahya Agung Kuntadi, Ir., M.M.

Kepala Kantor UGM Kampus Jakarta, Institute of Research and Community LPPM UGM

Ujang Komarudin, Dr., M.Si.

Pengamat Politik dan Dosen Universitas Al Azhar Indonesia

Karyono Wibowo

Pengamat Politik. Peneliti di Indo Survey & Strategy. Peneliti Senior Indonesian Public Institute (IPI)

FOLLOW US

Kapan Merdeka dari KUHP Peninggalan Belanda?             Bangsa Parasit             Tinjau Kembali Politik Pangan             Semantik Munafik Lunatik Kembali Otentik              Indonesia Kehilangan Arah dan Tujuan             74 Tahun RI: Kedaulatan Sebagai Slogan Politik              Perlu Mekanisme Seleksi Khusus             Ketahanan Pangan Indonesia Masih Rapuh             Persoalan Ada Pada Tingkat Konsumsi             Kedaulatan Pangan Didukung Pola Makan dan Perilaku Konsumsi Pangan