BACK TO TOPIC
OPINI PENALAR
Cendikiawan Muslim Nahdlatul Ulama (NU), Staf Ahli Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP PIP), Wakil Rektor Bidang Akademik IAILM Suryalaya Tasikmalaya
Tukang Kritik yang Anti Kritik

UU MD3 menunjukkan wajah DPR yang semakin kusut. Tukang kritik yang anti kritik. Keterampilan mengkritik orang dan lembaga lain tapi tidak punya sikap lapang menerima kritik liyan. Tragis.

DPR seharusnya menjadi teladan utama tentang bagaimana demokrasi dijalankan penuh martabat. Tidak boleh ada sebuah lembaga yang kedap kritik. Eksekutif, legislatif dan yudikatif harus diposisikan secara sahih.

UU MD3 bagi saya ini cintradictio in terminis. Maksudnya DPR itu wakil rakyat. Bagaimana mereka bisa menggali aspirasi masyarakat kalau sejak awal pintu kritik itu sudah ditutup rapat. Maka wajar kalau ada penolakan  publik terkait pasal-pasal kontroversial UU MD3. Tragisnya, DPR bukannya menunda atau membatalkan malah UU MD3 disahkan pada Rabu kemarin (14/02/2018).

Jelas pasal-pasal dalam UU itu bertentangan dengan konstitusi dan roh demokrasi yang selama ini diperjuangkan bersama. DPR telah menelikungnya dengan cara-cara tak masuk akal.

Lewat UU MD3, DPR menjadi sangat kuat. Pasal 122 mengatur Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) dapat memeriksa dan mengambil langkah hukum terhadap pihak, kelompok, maupun badan hukum yang merendahkan kehormatan DPR maupun anggota legislatif. Pasal 245 ayat (1), ditetapkan bahwa untuk memanggil anggota DPR yang terlibat pidana harus dengan persetujuan tertulis dari presiden dan pertimbangan MKD.

UU MD3 menjadi preseden buruk bagi upaya proses penyelesaian hukum yang terbuka. Tidak menutup kemungkinan seandainya ada DPR yang melakukan tindakan korupsi, maka pemeriksaannya akan menjadi lama dan bertele-tele. UU MD3 berpotensi disalahgunakan untuk menghambat pemeriksaan.

Akhir kata, kritik itu penting dan menjadi identitas pokok demokrasi dijalankan secara sehat. Kritik yang dibungkam hanya akan mempercepat sebuah lembaga menggali kuburnya sendiri. Demokrasi di tubir kehancuran. (cmk)

SHARE ON
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF