BACK TO TOPIC
OPINI PENALAR
Direktur Centre of Reform on Economic (CORE) Indonesia
Tingkatkan Daya Saing Produk Kita

Perbedaan pasar non tradisional dengan pasar tradisional kita, untuk mitra-mitra dagang utama yang punya pasar besar dan punya daya beli besar termasuk diantaranya Amerika memang persaingan lebih ketat. Karena memang banyak negera-negara ekspotir melempar produknya ke pasar-pasar yang besar ini. 

Untuk pasar non tradisional itu sebetulnya persaingan tidak seketat di pasar yang besar atau di pasar-pasar utama. 

Untuk pasar utama daya saing Negara kita lemah di bandingkan sejumlah negara pesaing terutama Vietnam. Tapi kalau pasar non tradisional saya pikir peluang-peluangnya lebih terbuka. Tentu saja dari jenis barang yang berbeda dari setiap pasar non tradisionalnya. Artinya menurut saya peluang itu besar, hanya permalahan-permasalahan yang diluar daya saing misalkan logistik dan kesepakatan perdagangan dari sisi hambatan tarif dan non tarif. Hal itu yang saya pikir lebih utama. 

Daya saing di pasar non tradisional terutama di beberapa produk unggulan kita semestinya cukup bisa bersaing walaupun ada juga persaingan dari China, Vietnam dan lain-lain. Tetapi paling tidak hal ini dari sisi diversifikasi strategi atau diversifikasi ke pasar tujuan ekspor, ini kita butuhkan. Saya pikir peluangnya cukup lumayan walaupun dari sisi nilai besarnya pasar tidak bisa menghentikan pasar-pasar utama, tapi paling tidak bisa membantu dari sisi pertumbuhan eksport kita yang relative lambat, terutama di pasar-pasar yang besar. 

Sejumlah barang-barang kita yang bisa menembus pasar-pasar non tradisional yang masih belum maksimal diantaranya misalnya tentu saja sawit. Di pasar non tradisional tidak mempermasalahkan masalah lingkungan dan sebagainya, sebagaimana di Negara maju yang selama ini menjadi pasar utama sawit kita. 

Lalu produk-produk manufaktur yang cukup bersaing. Juga tekstil masih bisa masuk. Lalu produk peralatan rumah tangga serta otomotif yang LCBC murah, karena keunggulan kita adalah dari sisi otomotif produk LCBC yang harganya lebih murah. Hal ini banyak di pasar non tradisional yang lebih laku, dan juga sejumlah produk lainnya masih bisa untuk tembus kesana.

Ihwal mengapa produk Vietnam bisa lebih bersaing di pasar utama daripada produk Indonesia. Itu ada pada daya saing efisiensi produksi. Di negaranya sendiri sebelum di ekspor pun lebih bagus daya saingnya dan lebih murah. Lebih murah karena pertama, seperti tingkat upah, kedua masalah energi. Ketiga, logistiknya lebih efisien, hal itu yang membuat mereka di start awalnya lebih bagus harganya dibandingkan kita. Walaupun dari sisi mutu kemungkinan Negara kita tidak kalah bersaing, bahkan mungkin kita bisa lebih baik, tetapi harganya mereka bisa lebih murah.

Selanjutnya dari sisi strateginya Vietnam yang secara logistik itu juga memudahkan karena mereka lebih dekat ke pasar utama. Ke China lebih dekat demikian juga ke Amerika, pelabuhannya pun langsung berhadapan dengan samudera sehingga ongkos logistik bisa di tekan. Belum lagi mereka lebih aktif dalam meng approach mengenai perjanjian-perjanjian dagang dengan Negara lain, itu juga yang membuat Vietnam lebih bagus lagi dalam penetrasi pasarnya.

Perlu sekali jika mungkin diadakan direct selling dengan AS. Hanya saya tidak tau bagaimana caranya bisa seperti itu. 

Karena, mengapa kita butuh singgah ke Singapore, karena armadanya di butuhkan muatan yang besar serta armada yang bisa menempuh perjalanan yang panjang. 

Belum lagi dari sisi jasa pelengkapnya seperti asuransi, trust, hal ini butuh di bangun juga, bukan hanya infrastruktur fisiknya saja, hal itulah mengapa selama ini kita lewat pelabuhan Singapura serta pelabuhan lainnya. 

Sebetulnya kalau bisa direct salling bagus sekali seperti menggunakan kapal berukuran tanker yang besar, bisa menghemat waktu serta meredam kelemahan daya saing kita dari sisi logistik dari para pesaing-pesaing kita.

Pasar Afrika lebih memungkinkan secara logistik. Dari sisi pertumbuhan demand nya juga, beberapa Negara di Afrika itu bagus seperti Negara Afrika Selatan, Nigeria kemudian Kenya serta beberapa Negara yang sedang tumbuh, juga yang  pertumbuhan ekonominya sedang lumayan seperti Ethiopia. itu bisa menjadikan pasar yang cukup membantu untuk kita. 

Penetrasi kita selama ini relatif kurang dibandingkan pesaing-pesaing kita.  Di Asia Tengah juga begitu, tetapi di Asia tengah kita terkendala logistik karena lebih susah.

Mereka tidak menghadap langsung ke samudera yang dekat dengan kita.

Jika dibandingkan dengan China mereka lebih direct menembus pasar di Asia tengah, lebih dekat dan logistiknya lebih langsung atau direct dibandingkan kita. 

Menurut saya justru wilayah Timur Tengah yang bisa lebih bagus penetrasi nya tapi dalam hal ini masih kurang optumal. Padahal dari sisi logistik lebih mudah seperti ke Saudi atau Negara-negara teluk atau Mesir karena bisa langsung ke Samudera Hindia. Tetapi hal ini relatif kurang terutama ke Saudi Arabia. 

Sebetulnya dari sisi non ekonomi dengan Saudi Arabia seperti kesamaan religi kita lebih dekat, dan kita juga banyak mengirimkan Jema’ah haji. Semestinya hal itu bisa dikembangkan dengan hubungan ekonomi perdagangan, misalkan dengan negara-negara yang mengirim jemaah haji.

Jamaah haji itu butuh pakaian, makanan dan macam-macam logistik yang sebenarnya mereka impor dari luar. 

Selama ini yang mensuplai sayang sekali bukan dari kita, tetapi justru berasal dari Thailand, China, hal tersebut yang membuat kita miris, padahal kita itu mempunyai peluang yang besar, hal tersebut yang seharusnya.

Harus ditetapkan dari sisi kebutuhan impor untuk mereka selama ini apa saja, hal itu yang harus kita perkuat dan mulai dirintis jalannya dengan melobi kepada pemerintahnya. Kemudian kita masuk pasar tersebut, walaupun tidak bisa langsung karena umumnya ekspor-impor ini adalah by contract, misalkan bila sebelumnya membeli sawit dari Malaysia, tidak bisa langsung diubah membeli ke negara kita tapi harus menunggu hingga jangka waktu tertentu. 

Namun hal ini harus segera dilakukan negosiasi dari sekarang. (pso)

SHARE ON
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF