BACK TO TOPIC
OPINI PENALAR
Pengacara Publik LBH Jakarta
Tidak Ada Penyanderaan di Tembagapura

Hasil verifikasi dengan kawan-kawan di Timika dan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) menemukan beberapa hal. Di antaranya; tidak betul bahwa ada pemerkosaan seperti berita yang beredar. Kawan-kawan di Timika sudah coba telusuri posisi korban, tapi tidak ditemukan. Kapolres Mimika juga tidak jawab ketika saya tanyakan. Padahal Beliau bisa jawab saya dengan cepat.

Berita bahwa adanya penyanderaan juga tidak betul. TPN hanya menghimbau kepada masyarakat bahwa mereka tidak perlu mengungsi karena perang hanya antara TPN dengan TNI/Polri, bukan dengan warga sipil (seperti siaran TPN-OPM di youtube). Tapi ini kemudian dipelintir oleh pihak kepolisian.

Pemprov Papua mengirimkan bantuan sembako ke penduduk Banti, tapi dihalangi masuk oleh kepolisian. Alasan dari pihak kepolisian adalah mereka tidak mau sembako jatuh ke tangan TPN. Kawan-kawan di Timika hingga kini masih melakukan advokasi supaya bantuan bisa masuk.

Menurut keluarga Martinus Beanal (bukan TPN maupun mata-mata Indonesia/sipil), komunikasi terakhir dengan keluarga bahwa dia menuju Banti untuk bertemu keluarga, namun dirinya menjadi korban (tertahan). Masyarakat di Kampung Banti saat ini sulit untuk pergi berkebun maupun memegang telepon genggam. Ini karena intimidasi parah dari kehadiran TNI/Polri.

Kalau aparat keamanan merasa hasil verifikasi saya tidak benar, maka bukalah akses jurnalis ke Papua. Semua distorsi berita saat ini disebabkan oleh ditutupnya akses tersebut. (ast)

SHARE ON
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Andry Satrio Nugroho

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF)

Ahmad Heri Firdaus

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF)