BACK TO TOPIC
OPINI PENALAR
Peneliti INDEF
The Last Mile Problem Penurunan Kemiskinan

Beberapa catatan mengenai tingkat kemiskinan di Tanah Air. Pertama, tingkat kemiskinan di desa pernah lebih kecil dari tingkat kemiskinan kota. Pada 1980, tingkat kemiskinan desa sebesar 28,4 persen, sedangkan kemiskinan di kota 29 persen. Angkanya terus menurun untuk desa dan kota. Pada 1990, tingkat kemiskinan desa sebesar 14,3 persen, sedangkan kemiskinan di kota 16,8 persen. Setelah 1990 hingga sekarang, tingkat kemiskinan di desa selalu lebih tinggi dibandingkan kota

Kedua, kemampuan penurunan angka kemiskinan semakin berkurang. Artinya, delta penurunan angka kemiskinan semakin mengecil dari tahun ke tahun. Terlebih ketika angka kemiskinan memasuki angka single digit. Problem ini disebut the last mile problem pengentasan kemiskinan.

Dari data yang ada terungkap, kemampuan pengurangan kemiskinan semakin menurun. Misalnya, pada periode September 2014 - September 2019 (periode 5 tahun), penurunan kemiskinan hanya sebesar 1,74 persen (total kemiskinan desa dan kota)

\Sedangkan pada periode sebelumnya yaitu 2004-2009, penurunan angka kemiskinan jauh lebih besar, yakni 3,19 persen, dari 14,15 persen pada 2004 menjadi 10,96 persen pada 2009.

Apabila dilihat per tahun, maka akan semakin terlihat bagaimana kemampuan penurunan kemiskinan semakin menurun. Tahun 2018-2019 adalah masa dimana kemiskinan sudah berada di level 9 persen-an.

Kenapa penurunan kemiskinan semakin sulit pada level ini? Pada angka single digit, terdapat kelompok penduduk yang masuk kategori kemiskinan kronis. Kemiskinan kronis diantaranya terdapat penduduk dengan latar belakang pendidikan rendah (SD), difable, sakit-sakitan.

Oleh karena itu, diperlukan kebijakan yang sangat berbeda dengan kebijakan-kebijakan pengentasan kemiskinan sebelumnya. Inti kebijakannya adalah sebuah kebijakan yang berjangka panjang dan intensif. 

Salah satu kebijakan yang sudah on the track untuk pengurangan angka kemiskinan di single digit adalah PKH. Agar lebih efektif program PKH nya, maka perlu adanya kolaborasi untuk menghubungkan program PKH dengan dengan program-program provinsi/kabupaten dan antar kementerian/lembaga. PKH sebagai tugasnya Kemensos, harus dikolaborasikan dengan program pemda dan K/L lain.

Contoh konkretnya, untuk program PKH (Kemensos) dikolaborasikan dengan program pengembangan UMKM (Kemenkop UKM). Keluarga PKH dibimbing untuk menjadi pegiat UMKM. (msw)

SHARE ON
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Tauhid Ahmad

Executive Director INDEF

Agus Herta Sumarto

Peneliti INDEF

Deniey Adi Purwanto

Peneliti INDEF