BACK TO TOPIC
OPINI PENALAR
Antropolog Agama Spesialisasi Tema Islam/ Muslim di Mexico dan Amerika Latin
Tak Perlunya Debat Capres Menggunakan Bahasa Asing

Saya masih teringat zaman Pak Harto, beliau selalu menggunakan Bahasa Indonesia di setiap acara kenegaraan internasional. Juga kita sering melihat pemimpin-pemimpin negara Amerika latin, Rusia, Arab,  Iran, China dan terakhir Korea, menggunakan bahasa Ibu mereka dalam acara acara kenegaraan internasional.

Penggunaan Bahasa Indonesia dalam debat capres menurut saya adalah kewajiban. Penggunaan bahasa Indonesia seharusnya menjadi wajib dalam acara-acara kenegaraan untuk memupuk kecintaan kita sebagai anak bangsa terhadap bahasa nasionalnya. Berapa banyak negara di dunia ini yang tidak memiliki bahasa sendiri dan terpaksa menggunakan bahasa bahasa negara penjajah mereka. Lihat di benua Amerika, Afrika dan di amerika latin misalnya, bahasa asli mereka telah punah dan dipunahkan.

Saya secara pribadi berharap kepada Presiden Jokowi untuk gemar menggunakan Bahasa Indonesia dalam fórum internacional, menjadi contoh dan teladan bagi kami untuk mencintai bahasa nasional, bahasa kebanggaaan kita semua Bahasa Indonesia. Penggunaan bahasa penjajah oleh Presiden Jokowi di kancah Internasional menurut saya hanya akan dijadikan bahan lelucon kaum oposisi dan kontra produktif terhadap usaha pemenangan beliau di tahun 2019. (cmk)

SHARE ON
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Christianto Wibisono

Analis Bisnis/ Pendiri Pusat Data Bisnis Indonesia (PDBI)

Didin S. Damanhuri, Prof., Dr., SE., MS., DEA

Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM) IPB

Riza Annisa Pujarama

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF)

FOLLOW US

Presiden sedang Menggali Kuburnya Sendiri             Duet Tango DPR & KPK             Utamakan Tafsir Moral ketimbang Tafsir Hukum dan Ekonomi             Langkah Menkeu Sudah Benar dan Fokuskan pada SKM 1             Industri Rokok Harus Tumbuh atau Dibiarkan Melandai             Perizinan Teknis Masih Kewenangan Daerah             Kiat Khusus Pangkas Birokrasi Perizinan di Indonesia             Politik Etika vs Politik Ekstasi              Kebutuhan Utama : Perbaiki Partai Politik             Pengaruh High Class Economy dalam Demokrasi di Indonesia (Bagian-1)