BACK TO TOPIC
OPINI PENALAR
Pengamat Politik dan Dosen Universitas Al Azhar Indonesia
Tak Ada yang Salah dengan Pertemuan Jokowi Prabowo

Menurut saya tak ada yang salah dengan pertemuan Jokowi dengan Prabowo. Pertemuan yang memang harus terjadi. Tak mungkin berseteru dan bersaing terus-terusan. Pilpres telah beras. Jadi harus beres pula persoalan-persoalan yang disebabkan persaingan dalam Pilpres. Dan pertemuan tersebut, paling tidak sebagai awal untuk merajut persaudaraan, persatuan, dan kesatuan.

Terkait ada apa di balik pertemuan tersebut, saya punya keyakinan Prabowo dan Jokowi berpikir dan bertindak yang lebih besar, yang lebih luas, untuk kepentingan bangsa dan negara.

PA 212 dan masyarakat kecewa atas pertemuan tersebut, karena mungkin saja, ketika Prabowo ingin bertemu dengan Jokowi. Prabowo tidak komunikasi terlebih dahulu pada mereka (pihak yang kecewa). Mereka merasa tidak diajak bicara. Merasa tidak dihargai. Karena mereka kan ingin Prabowo jangan bertemu dulu dengam Jokowi.

Atau bisa saja kelompok tersebut dan Prabowo sudah berbeda jalan. Sudah berbeda pandangan. Bisa juga ada aspirasi mereka yang belum dikabulkan Prabowo. Tapi apapun itu, PA 212 bergabung dengan Prabowo atau tidak bergabung dengan Prabowo adalah pilihan. Pilihan politik yang harus dihargai oleh semua pihak.

Lantas, menurut saya, pemerintah seharusnya tetap merangkul semua kelompok dan golongan. Jangan membeda-bedakan. Jangan mengangkat satu kelompok lalu menginjak atau menafikan kelompok yang lain. Kelompok yang kecewa harus dirangkul dan harus diajak bicara. Toh mereka semua anak-anak bangsa. Sebagai Presiden, Jokowi harus mampu menyatukan kelompok yang terpolarisasi. Dengan cara merangkul semua kepentingan demi menjaga persatuan dan kesatuan.(mkn)

SHARE ON
close

TOPIK TERPOPULER

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Ujang Komarudin, Dr., M.Si.

Pengamat Politik dan Dosen Universitas Al Azhar Indonesia

Jerry Massie, Dr., M.A., Ph.D.

Direktur Eksekutif Political and Public Policy Studies

Yahya Agung Kuntadi, Ir., M.M.

Kepala Kantor UGM Kampus Jakarta, Institute of Research and Community LPPM UGM

FOLLOW US

Konsep Sudah Benar, Implementasinya Gagal             Tugas Terbesar Negara, Mencerdaskan Bangsa!             Indonesia Butuh Terobosan-terobosan Progresif Bidang SDM             Penekanan pada Memobilisasi Kapasitas Modal Manusia Lokal Secara Otentik             Meritokrasi vs Kabilisme             Kendalikan Harga Pangan untuk Menekan Inflasi             Utang Semakin Besar, Kemampuan Membiayai Pembangunan Berkurang             Perhatikan Belanja Non K/L yang Semakin Membesar             GBHN Isu Elite Politik Saja             Kepentingan Politik Lebih Menonjol