BACK TO TOPIC
OPINI PENALAR
Ketua Forum Jurnalis Jakarta
Sulit bagi Jokowi Galang Dukungan dari Seluruh Parpol

Diproyeksikan Jokowi akan kembali berhadapan dengan Prabowo pada 2019. Sulit bagi Jokowi untuk menggalang dukungan semua parpol, sehingga nantinya akan berhadapan dengan kotak kosong. Lagipula hari ini ada 4 perilaku parpol, antara lain; 1. pendukung pemerintah (PDIP, Golkar, PKB, PPP, Nasdem dan Hanura); 2. Ambigu/peragu berat yaitu PAN (menterinya di kabinet Jokowi, tapi kadernya sering kritik berat); 3. penyeimbang, demokrat.; dan  4. Oposisi PKS dan Gerindra.

PKS, Gerindra dan PAN pasti akan berkoalisi di 2019. Ada peluang Prabowo dengan Anies atau Anies dan Zulkifli Hasan. Prabowo sendiri sudah melakukan konsolidasi serius. Ada kemungkinan dia tidak maju, dan menyerahkan kursi calon RI 1 ke yang lain. Tapi sebagai bekas panglima dan kini ketua partai, godaan dan hasrat untuk menang selalu menggoda.

PDI Perjuangan pasti akan mengusung kader PDIP. Saat ini memang belum saatnya PDID mengumumkan dan mendeklarasikan nama capres. Masih lama dan sesuai karakter Ketum Megawati Soekarno Putri yang akan mengumumkannya menjelang pendaftaran.

Peluang Prabowo untuk menggandeng Zulkifli sama kuatnya dengan Prabowo menggandeng Anies. Satu hal yang pasti, keduanya akan saling suppport di 2019.

Bagaimana dengan Jokowi? Cawapres terkuat Jokowi hari ini adalah Muhaimin Iskandar. Jokowi butuh figur tokoh Islam dan nasional.  Muhaimin sendiri sudah mulai bekerja dengan konsolidasi di semua wilayah. Dari merekrut relawan hingga memasang baliho dan atribut dari Sabang sampai Merauke.

Tetapi seandainya Ridwan Kamil (RK) memenangi kontestasi di Pilkada Jawa Barat, peluang Muhaimin bisa terkoreksi. Ridwan Kamil diyakini jika menang akan mampu menggalang dukungan suara rakyat Jabar. Jadi RK akan membuntuti Muhaimin sebagai cawapres Jokowi. Kecuali ada deal politik antara Cak Imin dan RK dan ada kontrak politik yang mengharuskan RK fokus dulu di Jabar. (ast)

SHARE ON
close

PENALAR

PILIHAN REDAKSI

PENALAR TERPRODUKTIF