BACK TO TOPIC
OPINI PENALAR
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni, Humas dan Kerjasama Universitas Widya Mataram di Yogyakarta, Ketua Ikatan Dosen Republik Indonesia (IDRI) Wilayah DIY
Strategi Mencapai Keunggulan Berdaya Saing

Dalam upaya meningkatkan daya saing bangsa di era revolusi Industri 4.0, Indonesia sebagai negara yang mempunyai keunggulan komparatif maupun keunggulan kompetitif sebenarnya adalah hal yang mudah. Namun sepertinya keunggulan tersebut belum dioptimalkan.

Salah satu upaya yang dapat digunakan untuk optimalisasi keunggulan tersebut adalah melalui perguruan tinggi. Perguruan tinggi dapat memberikan kontribusi terhadap pemecahan masalah berbasiskan riset.

Riset-riset yang dilakukan perguruan tinggi dapat diarahkan untuk membantu  pemecahan masalah yang dihadapi bangsa Indonesia. Berbagai permasalahan, mulai dari melemahnya nilai tukar rupiah, menurunya nilai ekspor dan naiknya impor yang berdampak terhadap melemahnya daya saing bangsa.

Dalam membantu mengatasi permasalahn tersebut Insan perguruan tinggi dapat melakukan riset kolaboratif guna mencari akar permasalahan.

Jika akar masalah dapat ditemukan maka dapat dipastikan semua permasalahan dapat diatasi. Indonesia yang mempunyai kurang lebih 4.500 perguruan tinggi negeri maupun swasta, di dalamnya tersimpan kekuatan intelektual dan akan menjadi kekuatan yang ampuh untuk mengatasi permasalahan bangsa ini.

Bukanlah sebuah utopia jika bangsa ini ingin unggul melalui hasil kegiatan riset, asalkan perguruan tinggi bersedia untuk berkolaborasi atau di desain untuk selalu berkolaborasi dalam riset.

Riset yang dilakukan oleh insan perguruan tinggi idealnya adalah riset untuk memenuhi kebutuhan dalam rangka memecahakan permasalahan yang ada.

Berawal dari modal ketersediaan sumberdaya di perguruan tinggi, asalkan riset diarahkan untuk meningkatkan daya saing dan memecahkan permasalahan, maka kemungkinan Indonesai akan menjadi negara yang mempuyai daya saing.

Untuk dapat mewujudkan hal tersebut maka diperlukan strategi yang efektif dan efisien, salah satu strategi yang dapat diterapkan adalah strategi Penthahelix yang merupakan strategi kolaborasi antara, Akademisi, Business, Government, Costumer dan Media (ABGCM). Dalam strategi tersebut masing-masing mempunyai peran yang jika dapat berkolaborasi akan menghasilkan kekuatan yang luar biasa.

Riset yang dilakukan perguruan tinggi (akademik) akan menjawab kebutuhan bidang bisnis (Business) karena berorientasi untuk memenuhi kebutuhan pelanggan (costumer). Disesuaikan dengan kebijakan pemerintah yang ada dalam roadmap pengembangan industri (government) dan selalu menggandeng media untuk sosialisasi dan desiminasi hasil riset tersebut. Strategi akan lebih mantap jika hasil riset dapat menjawab permasalahan bangsa ini dari hulu hingga hilir. (pso)

SHARE ON
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Christianto Wibisono

Analis Bisnis/ Pendiri Pusat Data Bisnis Indonesia (PDBI)

Riza Annisa Pujarama

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF)

Didin S. Damanhuri, Prof., Dr., SE., MS., DEA

Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM) IPB

FOLLOW US

Presiden sedang Menggali Kuburnya Sendiri             Duet Tango DPR & KPK             Utamakan Tafsir Moral ketimbang Tafsir Hukum dan Ekonomi             Langkah Menkeu Sudah Benar dan Fokuskan pada SKM 1             Industri Rokok Harus Tumbuh atau Dibiarkan Melandai             Perizinan Teknis Masih Kewenangan Daerah             Kiat Khusus Pangkas Birokrasi Perizinan di Indonesia             Politik Etika vs Politik Ekstasi              Kebutuhan Utama : Perbaiki Partai Politik             Pengaruh High Class Economy dalam Demokrasi di Indonesia (Bagian-1)