BACK TO TOPIC
OPINI PENALAR
Pengamat Politik. Peneliti di Indo Survey & Strategy. Peneliti Senior Indonesian Public Institute (IPI)
Spanduk 'Tol Jokowi' Propaganda Siapa?

Fenomena arus mudik lebaran tahun ini tak sekadar ramai hilir mudik kendaraan dan hiruk pikuk pemudik di jalan. Tetapi arus mudik kali ini diwarnai aroma politik yang menyengat. Suasana jelang lebaran dihebohkan munculnya sejumlah spanduk yang terpampang di sejumlah ruas jalan tol. Spanduk berbau politik yang bertuliskan "Pendukung #2019GantiPresiden, Anda sedang melewati jalan Tol Pak Jokowi." menjadi viral di media sosial. 

Munculnya spanduk tersebut sontak menggemparkan suasana mudik lebaran. Sayangnya, hingga saat ini belum jelas siapa yang membuat dan memasangnya di ruas-ruas jalan Tol. Sampai saat ini belum ada pihak yang mengaku dan bertanggung jawab. Tak pelak, masalah ini masih menimbulkan polemik di ranah publik. Tentu saja fenomena ini menimbilkan pertanyaan, siapa yang bermain di balik pembuatan spanduk tersebut. Siapa yang bermain di balik maraknya spanduk tersebut bisa diduga sekurang-kurangnya ada dua kemungkinan. 

Pertama, spanduk tersebut bisa jadi dibuat oleh simpatisan Jokowi dengan keluguannya mereka membuat kalimat seperti itu. Mungkin karena terlalu bersemangat mendukung Jokowi, sehingga kurang teliti dalam membuat kalimat. Dan karena kalimatnya yang kurang tepat justru menimbulkan bumerang (backfire) dan blunder politik.  Pasalnya, kalimat yang tertulis dalam spanduk tersebut menimbulkan pengertian seolah jalan tol yang dibangun adalah milik Jokowi. Meski demikian, walaupun ada kata yang salah tapi ada juga yang memahaminya dengan cerdas, arif dan bijaksana, bahwa yang dimaksud adalah jalan tol bukan milik Jokowi tetapi merupakan salah satu proyek pembangunan yang dilakukan oleh pemerintahan Jokowi-Jk, sekalipun ada kesalahan kata dalam penulisan di spanduk tersebut. Tetapi tidak demikian bagi pembaca atau pihak yang sudah terlanjur sinis terhadap Jokowi, justru mereka menjadikan kesalahan kata tersebut sebagai amunisi untuk menyerang Jokowi. Namun untuk analisis yang pertama ini patut juga diajukan  pertanyaan, jika kalimat dalam spanduk tersebut itu dibuat oleh relawan Jokowi, sebodoh itu kah mereka dalam menyusun kalimat? 

Analisis kedua, spanduk tersebut bisa jadi dibuat oleh kubu penantang Jokowi. Tujuannya untuk menimbulkan keblunderan komunikasi politik, dengan menimbulkan kesan arogan dan kelatahan seoalah-olah jalan tol tersebut diklaim milik Jokowi. Targetnya untuk membentuk citra negatif terhadap sosok Jokowi. Dalam pertarungan politik, trik seperti itu bukan hal yang baru dalam konteks strategi pemenangan di dalam kontestasi politik elektoral. Hal itu bagian dari propaganda politik untuk membusukkan lawan politik dengan cara seolah-olah mendukung tetapi sejatinya untuk menjerumuskan. Hal semacam itu sudah menjadi bagian dalam pertarungan politik dan perebutan kekuasaan. Ada ribuan cara, trik dan taktik untuk mengalahkan lawan politik. 

Namun, terlepas dari itu, siapapun pelakunya dan pihak manapun yang melakukannya, perbuatan tersebut tidak etis dilakukan di tengah suasana mudik menyambut lebaran Idul Fitri. Karenanya, masyarakat harus cerdas dalam mencerna informasi. Apalagi di saat menjelang pemilu yang semakin dekat. Karena dalam perebutan kekuasaan, banyak informasi yang memanipulasi kesadaran rakyat termasuk memanfaatkan momentum mudik lebaran. (ast)

SHARE ON
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Nyoman Sudarsa

Ketua DPW KOMBATAN Provinsi Bali

Imam Ghozali

Dosen STAIN Bengkalis

FOLLOW US

Pengumpulan Zakat Akan Meningkat Signifikan             E-Commerce Hanya Sebagai Channel of Fund             Zakat Online Sah             Mengatasi Petasan: Solusi Tanpa Menimbulkan Masalah Baru              Bukan Sekadar Melarang Petasan, Tapi Harus Ada Solusi              Petasan Terancam Hilang             H.M. Amien Rais dan Hasrat Berkuasa yang Tak Pernah Pudar             Sikapi Secara Sederhana              Minta-minta (Setengah Memaksa) Budaya Kemiskinan             Oposisi Yang Melemah