BACK TO TOPIC
OPINI PENALAR
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni, Humas dan Kerjasama Universitas Widya Mataram di Yogyakarta
Skema Pembiayaan Bagi UMKM

Dalam keadaan krisis dan melemahnya nilai tukar rupiah UMKM merupakan sektor usaha yang sebenarnya lebih tahan terhadap goncangan dan pelemahan nilai rupiah, hal ini terlebih jika UMKM bergerak dalam sektor industri kreatif yang punya pangsa pasar orang asing. Namun seperti halnya sektor usaha yang skala besar UMKM juga memerlukan permodalan.

Persoalan modal masih menjadi satu kendala bagi pelaku UMKM untuk berkembang. Mereka tidak dapat memenuhi jumlah pesanan atau permintaan konsumen karena kekurangan biaya  produksi maupun untuk untuk kegiatan pemasaran.

Untuk menjalankan aktivitasnya sehingga UMKM dapat berkembang diperlukan modal yang cukup dan hal ini dapat dipenuhi melalui ketersediaan modal sendiri maupun modal asing. Untuk mengatasi masalah permodalan yang bersumber dari modal asing pelaku usaha terutama UMKM sebenarnya dapat memperoleh akses kredit ke perbankan. Namun tak mudah dilakukan karena pelaku UMKM kadang kesulitan membuat pencatatan keuangan atau pembukuan yang baik sehingga UMKM tidak menjadi Bankable.

Namun bagi UMKM yang sedang merintis usahanya ada solusi untuk memperoleh dana pinjaman. Dana yang digulirkan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) dapat digunakan untuk kredit modal kerja dan atau kredit investasi. 

Program KUR merupakan pendanaan atau pinjaman khusus yang diperuntukkan kepada  UMKM. KUR termasuk fasilitas yang disediakan pemerintah sehingga dana yang digunakan pun berasal dari pemerintah. Bank hanya menyalurkan dana tersebut kepada pemohon KUR. Dalam penyalurannya dana KUR sangat selektif yaitu hanya UMKM yang produktif dan potensial, selain itu usaha yang dijalankan harus bergerak di sektor usaha produktif, antara lain pertanian, perikanan dan kelautan, perindustrian, kehutanan, dan jasa keuangan simpan pinjam. 

Dalam kondisi rupiah yang melemah dan naiknya suku bunga maka program KUR akan sangat dimungkinkan mengalami kendal. Hal ini karenakan suku bunga untuk KUR pun mengalami kenaikan walupun di awal telah ditetapkan diangka 7 persen. 

Jika Suku bunga KUR juga megalami kenaikan maka perlu disiapkan skema baru pembiayaan bagi UMKM, diantaranya adalah Fintech walaupun tidak menjamin bahwa Fintech tidak akan menaikkan suku bunga apabila suku bunga Bank Indonesia juga terus dinaikkan.

Skema lainnya adalah dengan sistem atau pola bapak asuh dengan program CSR bagi UMKM. Pola ini akan memberikan dampak pembelajaran dan pendewasaan bagi UMKM karena merasa mempunyai ikatan emosional tidak hanya sekedar ikatan antara kreditor dan debitur semata, sehingga UMKM dapat tumbuh dan berkembang dengan baik karena mendapatkan pola pembinaan yang baik dari bapak asuhnya. (pso)

SHARE ON
close

TOPIK TERPOPULER

PENALAR

PILIHAN REDAKSI

PENALAR TERPRODUKTIF

Gigin Praginanto

Pengamat Kebijakan Publik, Wartawan Senior

Christianto Wibisono

Analis Bisnis/ Pendiri Pusat Data Bisnis Indonesia (PDBI)

Nyoman Sudarsa

Ketua DPW KOMBATAN Provinsi Bali

FOLLOW US

Penggunaan Pembayaran Online Harus Memiliki Regulasi             Reformasi Struktural: Darimana Kita Memulai?             Kemenag Perlu Jelaskan Manfaat Kartu Nikah             Focus ke Penetrasi Ekspor Produk Bernilai Tambah Tinggi             Gerindra dan PDIP Diuntungkan pada Pemilu 2019             Darurat, pembenahan Sektor Manufaktur dan Kapasitas SDM (Bagian-1)              Darurat, pembenahan Sektor Manufaktur dan Kapasitas SDM (Bagian-2)             Masih Ada Waktu untuk Perbaharui Komitmen             Penguatan Upaya Pemberantasan Korupsi             Kasus Century Tanggung Jawab KSSK