BACK TO TOPIC
OPINI PENALAR
Kriminolog
Siskamling Bukan Solusi Tepat Lawan Teror Bakar Mobil

Kita harus mengkaji lebih jauh apa aksi bakar kendaraan di Semarang dan sekitarnya berkaitan dengan politik atau tidak. Karena kejadian bakar mobil sangat jarang terjadi sebelumnya, lalu tiba-tiba ada (kejadian) dan berkali-kali. Di Semarang, sebetulnya, pencurian kendaraan bermotor sudah sangat meresahkan. Termasuk rawan. Namun kali ini modusnya berubah, hanya melakukan pembakaran. Jadi kelihatan sekali, motifnya teror. 

Namun saya tak mau buru-buru mengaitkan aksi teror di sana dengan motif politik atau ekonomi, karena itu harus dibuktikan dulu. Tapi dari faktanya saja, kejadian ini tak pernah terjadi sebelumnya dan kini terjadi berkali-kali. Pertama, jelas sekali, motifnya untuk meneror. 

Yang kedua, yang ingin saya soroti, solusi kasus ini tak bisa dengan pencegahan yang situasional. Sebab, pelaku melakukan tidak sembarang. Pasti dia melakukan penjajakan, melihat (calon) korban, situasinya apakah ada (ramai) orang atau tidak. Pelaku pasti sudah mengamati, lokasi korban/target kurang dijaga.

Tujuan teror adalah untuk membuat rasa takut bahwa kejahatan sedang mengepung. Nah, ini yang harus dicari untuk mengetahui motif sebenarnya. Aksi ini sangat merusak, apalagi korbannya juga dirugikan secara ekonomi karena harta benda yang rusak cukup besar.

Yang bisa kita analisis untuk sementara, jika aksi teror bakar mobil ini dilakukan individual risikonya terlalu besar. Mungkin ini terorganisasi. Maka tidak tertutup kemungkinan ada motif politik atau ingin mendiskreditkan aparat berwenang dan pemerintah. Namun, kita harus buktikan dahulu ia memang terorganisasi atau aksi individual. Untuk masuk ke penjelasan motif, harus dibuktikan dahulu dengan cara polisi harus segera menangkap pelakunya. 

Agar juga tidak semakin banyak pertanyaan di masyarakat. Apalagi ini tahun politik, orang bisa mengaitkannya ke situ. Jadi, menurut saya, dengan menawarkan solusi untuk menggiatkan siskamling kemungkinan tak efektif. Sebab, siskamling di masyarakat sudah ada sejak dulu. Satu-satunya cara polisi harus menangkap pelakunya. Rekaman CCTV-nya kan sudah ada. Itu bisa dijadikan petunjuk. (ade)        

SHARE ON
close

TOPIK TERPOPULER

PENALAR

PILIHAN REDAKSI

PENALAR TERPRODUKTIF

Ujang Komarudin, Dr., M.Si.

Pengamat Politik dan Dosen Universitas Al Azhar Indonesia

Mohammad Faisal

Direktur Centre of Reform on Economic (CORE) Indonesia

Christianto Wibisono

Analis Bisnis/ Pendiri Pusat Data Bisnis Indonesia (PDBI)

FOLLOW US

Polisi Tunduk Pada Hukum             Inovasi Kebijakan yang Tidak Menjual             Kebijakan Tergantung Tujuan Awalnya             Kebaya Tak Perlu Dipertanyakan             Penggalian Nilai Budaya Dibalik Kebaya             Berkebaya Adalah Kesadaran             Penangkapan Faisol Tidak Berdasar             Lembaga Negara Bukan Pemungut Upeti!             Cost Recovery Bukan dari APBN             Blok Masela, Akankah mengulang sejarah Freeport?