BACK TO TOPIC
OPINI PENALAR
Wakil Ketua DPW Kombatan Provinsi Bali
Sikapi Secara Sederhana

Wacana yang dihembuskan AR untuk nyapres (lagi), hendaknya disikapi secara sederhana. Ada beberapa alasan mengapa hal ini lebih indah kalau dianggap sebagai salah satu hiburan saat bulan Ramadhan ini diantaranya: 
1. Secara persyaratan, PAN tidak mungkin mengusung calon presiden sendiri. Perolehan suara yang dimiliki tidak cukup untuk mengusung pasangan capres dan cawapres tanpa bergabung dengan beberapa partai politik lain. Tidak sederhana untuk membuat kesepakatan dengan AR sebagai capres. 

2. Posisi ketua PAN saat ini dipegang oleh Zulkifli Hasan yang saat ini menjabat sebagai ketua MPR yang nota bene sangat dekat dengan kubu pemerintah. Artinya, AR dan ZH bermain tidak bersama. AR lebih cenderung lepas dalam setiap pernyataan dan tindakannya dari PAN. PAN tergabung dalam koalisi pemerintah. 

3.AR nyapres akan membuat peluang Jokowi untuk unggul pada Pilpres 2019 lebih besar lagi, karena AR secara pribadi ada pada pihak yang berseberangan dengan Jokowi dan dengan nyapresnya AR suara kompetitor Jokowi menjadi terpecah. Terkait hal ini, tentunya secara logika, sudah tidak masuk di nalar pihak seberang Jokowi. Jelas mereka akan mencari capres yang elektabilitasnya bisa menyaingi Jokowi. Dan itu bukan AR dengan segala faktor dibelakangnya. 

Jadi seharusnya sudah tidak ada lagi cara berpikir bahwa dengan nyapresnya AR akan menelikung Prabowo. Secara hitungan politik tidak masuk nalar. 

Akan menjadi aneh apabila kita masuk dalam perangkap lelucon seperti ini. Tapi seperti disebut di awal tulisan ini, wacana ini adalah hiburan yang cukup menghibur di masa menjelang tahun Pemilu 2019 mendatang. 
Nikmati saja.... Salam. (cmk)

SHARE ON
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Gigin Praginanto

Pengamat Kebijakan Publik, Wartawan Senior

Ujang Komarudin, Dr., M.Si.

Pengamat Politik dan Dosen Universitas Al Azhar Indonesia

FOLLOW US

Bangun Infrastruktur, Juga Manufaktur Orientasi Ekspor             Capaian yang Bagus, Upayakan Terealisasi             Perang Kepentingan Melawan Korupsi             Nilai-Nilai Pancasila Sudah Lama Tewas             Setop Adu Nyinyiran             Pembenahan ke Dalam di Era Disrupsi              Mencegah 'Barjibarbeh'             Perlu Tindak Lanjut Komitmen Investasi             Tantangan Fiskal Di Tengah Gejolak Global             Akhlak Turun Ke Titik Nadir, Seks Bebas Tumbuh Subur