BACK TO TOPIC
OPINI PENALAR
Sekretaris Jenderal DPN Repdem 2017-2020
Siapapun yang Menuduh PDIP Tanpa Bukti, Akan Dilawan!

Sebenarnya lapor melapor ke polisi bukan satu peristiwa baru, apalagi disebut tren bagi PDI Perjuangan selaku partai pemenang pemilu yang kini menugaskan kadernya sebagai Presiden RI, yakni Pak Jokowi.

Pertama saya ingin katakan, meski PDI Perjuangan kini memegang kekuasaan politik, tidak serta merta kader partai, apalagi sayap partai--khususnya Relawan Perjuangan Demokrasi (REPDEM) yang banyak diisi oleh aktivis pro demokrasi, diklasifikasikan sebagai penjilat kekuasaan jika melawan apapun bentuk gangguan atas marwah induk organisasi (PDI Perjuangan), apalagi Ketua Umum Ibu Megawati sebagai pemimpin ideologi kami.

Kedua, Repdem yang berasal dari rahim aktivis pergerakan pada 3 Desember 2004, dilahirkan untuk menciptakan kader-kader Ideologis yang sepakat menjalankan ideologi partai, Pancasila 1 Juni 1945 serta mengamalkan ajaran ajaran Bung Karno. Perlu dicatat, Repdem bergabung ke PDI Perjuangan tatkala partai bukan dalam posisi pemenang, melainkan saat dizolimi Orede Baru. Kesadaran ideologis yang mendorong kami masuk ke PDI Perjuangan, bukan pragmatisme politik.

Kembali soal lapor melapor, selaku anak kandung ideologis PDI Perjuangan, Repdem dalam posisi otak, mata, dan otot partai. Siapapun yang menuduh PDI Perjuangan tanpa memiliki bukti akurat, akan kami lawan dalam segala hal. Termasuk melapor ke institusi kepolisian. Kita negara hukum, jadi semua yang sembarangan menuduh harus mampu mempertanggungjawabkan ucapannya secara hukum. Termasuk baru-baru ini Alfian Tanjung dan Wakil Ketum Gerindra Arifef Poyuono yang sembarangan mewajarkan PDI Perjuangan sama dengan PKI. Jika dibiarkan menuduh, ini akan berimbas konflik horisontal. Kritiklah kekuasaan dengan kritik konstruktif, tidak dengan hoax berbau rasis.

Ketiga, terkait bung Dandhy, tak perlu dibesarkan lagi oleh teman teman media. Jangan digosok..hehe. Saya sudah komunikasi dengan Repdem Jawa Timur. Itu murni inisiatif mereka. Hanya saya harapkan, meski latar belakang Bung Dandhy tak jauh berbeda dengan saya yang mantan aktivis dan mantan wartawan, alangkah bagusnya sebelum membangun opini yang menyudutkan pihak kami, ajaklah kami berdiskusi tanpa harus berpolemik dengan menyamakan Aung San Suu Kyi dengan Ibu Megawati.

Meski kerap dicibir menjilat kekuasaan akibat sering melaporkan pihak yang menyudutkan Ibu Megawati dan PDI Perjuangan, saya dan teman teman Repdem bisa dicek, jauh dari prasangka itu.

Repdem  masih memiliki idealisme. Kami tidak pernah mengemis kekuasaan seperti jabatan komisaris BUMN atau stafsus menteri.  Tidak ada sama sekali kami menikmati kekuasaan meski Pak Jokowi jadi Presiden. Bukan karakter Repdem menjilat. Paling hanya Ketum Repdem saja--teman akrab saya Bung Masinton--yang jadi anggota DPR. Dia juga terpilih tanpa modal memadai kala bertanding. Beliau masih komitmen dan idealis di parlemen. Saya paham betul modelnya. Saya saja gagal ke Senayan, dan tidak jadi apa-apa tetap melawan kepada siapapun yang menghancurkan marwah PDI Perjuangan.

Perlu dicatat, lebih baik melapor kepada pihak berwajib dan diproses sesuai ketentuan hukum ketimbang langkah persekusi yang malah melecehkan hukum! (jim)

SHARE ON
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Ujang Komarudin, Dr., M.Si.

Pengamat Politik dan Dosen Universitas Al Azhar Indonesia

Karyono Wibowo

Pengamat Politik. Peneliti di Indo Survey & Strategy. Peneliti Senior Indonesian Public Institute (IPI)

Jerry Massie, Dr., M.A., Ph.D.

Direktur Eksekutif Political and Public Policy Studies

FOLLOW US

Ekonomi 2020 Tak Janjikan Lebih Baik             Pertumbuhan 5,3 Persen Sulit Dicapai             Kapan Merdeka dari KUHP Peninggalan Belanda?             Bangsa Parasit             Tinjau Kembali Politik Pangan             Semantik Munafik Lunatik Kembali Otentik              Indonesia Kehilangan Arah dan Tujuan             74 Tahun RI: Kedaulatan Sebagai Slogan Politik              Perlu Mekanisme Seleksi Khusus             Ketahanan Pangan Indonesia Masih Rapuh