BACK TO TOPIC
OPINI PENALAR
Dosen pascasarjana Institut STIAMI, Direktur Sosial Ilmu Politik CPPS (Center for Public Policy Studies), Staf Khusus Bupati MURATARA Sumsel
Setahun Anies: Belum Ada Program Bombastis

Jakarta merupakan Ibu Kota dan pusat pemerintahan Indonesia dan menjadi barometer perkembangan politik, ekonomi dan sosial budaya nasional. Oleh sebab itu penanganan masalah Jakarta harus dilakukan secara profesional, terpadu, terukur dan berkelanjutan. Sehari yang lalu, tepatnya tanggal 16 Oktober 2018 genap setahun Anies Baswedan menjabat Gubernur DKI Jakarta. Dalam setahun ini belum ada program bombastis yang membuat warga Jakarta khususnya dan Indonesia pada umumnya yang bisa memberikan harapan Jakarta bisa menjadi kota yang maju dan modern seperti halnya kota Tokyo, Seoul dan Bangkok.

Terkesan setahun pemerintahan Anies, proses kebijakan lebih cenderung bersifat populis yang menekankan pada masyarakat miskin dan kelompok marginal lainnya. Kebijakan ini membuat Jakarta dalam masa kepemimpinan Anies lebih adem dan jarang terjadi gejolak seperti masa pemerintahan Ahok. Ademnya suasana Jakarta ini membuat Jakarta tidak mengalami perubahan progresif yang membuat Jakarta bisa berkembang dan maju. Perubahan progresif ini diperlukan kerena Jakarta sebagai kota besar dan pusat perekonomian telah menjadi tempat tujuan bagi banyak orang dari seluruh daerah untuk berjuang mencari nafkah.

Faktor inilah yang menyebabkan Jakarta menjadi padat dan memunculkan berbagai masalah seperti kemacetan, banjir, sampah dan berbagai masalah sosial lainnya. Banyaknya permasalahan ini Jakarta memerlukan figur pemimpin yang tegas dan kuat seperti Ali Sadikin. Banyak janji yang disampaikan Anies semasa kampanye Pilgub DKI 2017 sudah direalisasikan seperti penertiban tempat hiburan malam Alexis, hunian DP O Rupiah dan program KJP plus. Namun program unggulan yang membuat Jakarta menjadi kota maju, berkembang dan modern belum terlihat progresnya karena berbenturan dengan aturan yang ada.

Seperti yang disampaikan oleh Nirwono Yoga, pengamat tata kota yang menyarankan agar Anies mengevaluasi program unggulan yang tidak jelas dan tidak sesuai dengan aturan yang tercantum dalam Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) dan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) yang menyebabkan tidak terealisasi.

Oleh sebab itu dalam empat tahun ke depan Anies harus mengambil kebijakan yang progresif dan bersikap tegas dan konsisten menjalan aturan yang sudah ditetapkan. Kumpulan masalah di atas kalau tidak cepat diatasi akan menimbulkan berbagai bencana, mulai dari banjir yang sebentar lagi diramalkan akan datang pada bulan november ini, macet, polusi udara dan rumah kumuh. Diperlukan tindakan Anies yang luar biasa untuk keluar dari problem itu. Mudah-mudaan Anies bisa membawa Jakarta menjadi kota yang bersih, manusia dan berwibawa (BMW) sebagaimana yang sering dislogankan dan menjadi tempat yang menyenangkan dan sekaligus menjadi tujuan utama bagi turis mancanegara. Semuanya tergantung komitmen dan konsistensi pemimpin dan warganya untuk menjadikan Jakarta sejajar dengan kota lainnya di dunia. (cmk)

SHARE ON
close

PENALAR

PILIHAN REDAKSI

PENALAR TERPRODUKTIF