BACK TO TOPIC
OPINI PENALAR
Direktur Pusat Studi Konstitusi (PUSaKO) Universitas Andalas
Semestinya PKPU Eks Koruptor Tidak Perlu Diuji Materi

Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 20 Tahun 2018 adalah peraturan yang telah melalui proses pembentukan peraturan perundang-undanganan dengan baik. Terutama proses singkronisai atau harmonisasi oleh Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham). Artinya, sebagai salah satu pembentuk undang-undang, Kemenkumham telah menyatakan PKPU tidak bertentangan dengan undang-undang ataupun dengan konstitusi. Semestinya sikap Kemenkumham itu menjadi landasan bahwa PKPU ini tidak perlu diuji materi ke Mahkamah Agung karena tidak melanggar pembentukan peraturan perundang-undangan.

Apalagi PKPU ini punya tujuan baik, yaitu menyelamatkan pemilih dari salah memilih koruptor dan menyelamatkan parlemen dari orang-orang yang berpotensi mengulangi perbuatannya. Aneh kalau ada partai atau kader partai yang memaksakan diri untuk maju, itu sama artinya partai mendukung mantan napi korupsi. Bagaimanapun demi kepentingan hak yang lebih besar, yaitu hak pemilih, maka sewajarnya jika hak mencalonkan dapat dibatasi. Di beberapa negara pembatasan hak politik merupakan sesuatu yang wajar, bahkan dianggap sangat efektif. (mry)

SHARE ON
close

PENALAR

PILIHAN REDAKSI

PENALAR TERPRODUKTIF

Ujang Komarudin, Dr., M.Si.

Pengamat Politik dan Dosen Universitas Al Azhar Indonesia

Gigin Praginanto

Pengamat Kebijakan Publik, Wartawan Senior

Tabrani Yunis

Pengelola majalah POTRET dan Majalah Anak Cerdas. Direktur Center for Community Development and Education (CCDE) Banda Aceh

FOLLOW US

Ingin Tarif Ojek Online Murah, Aplikator Beri Subsidi             Tarif Baru Ojek Online Harus Fair             Politisasi Agama: Manifestasi Politik Akal Sesat             Setop Kapitalisasi Ibadah             Penting Memberikan Subsidi Produk Akhir Bagi Petani             Manfaatkan Digital Farming             Kemampuan Literasi Anak Negeri Menyikapi Selebrasi Valentine Day Perlu Diperkuat             Kelaparan Disebabkan Banyak Daerah yang Terisolasi             Mempermainkan Orang Miskin             Membantai Indonesia Tanpa Ampun