BACK TO TOPIC
OPINI PENALAR
Dosen STAIN Bengkalis
Selebritas Juga Warga Negara

Saya kira hal yang wajar apabila seseorang untuk masuk dunia politik. Termasuk para artis. Yang tdk wajar, tentu orang yang belum paham politik tapi bicara politik, lalu ikut kontestan politik,akibatnya jadi guyonan politik. Mengapa demikian?

Ada beberapa fakta bahwa SDM bangsa ini yang masuk ke dunia politik masih rendah. Pengertian matangnya SDM bukan sebatas pada jenjang pendidikan saja, tetapi komitmen terhadap nilai nilai ketaatan terhadap aturan atau norma yang berlaku. Banyak kejadian akhir akhir ini anggota dewan terhormat,menjadi kehilangan kehormatan setelah di tangkap aparat keamanan atau KPK. Banyak kasus dan persoalan terjadi sebagai bukti lemahnya komitmen untuk menegakan nilai nilai moralitas dlm kehidupan sehari hari. Dari segi pemdidikan, mereka tentu sudah mencukupi. Tapi dari segi komitmen, saya kira ini persoalan yang terjadi secara umum di negeri ini.

Selain berkaitan dengan komitmen kepatuhan terhadap nilai etik atau moral, juga ketidakseriusan pengurus partai politik merekrut calon legislatif yang berkualitas dari segi keilmuan. Sebagai contoh beberapa waktu lalu terkait pembantalan Peraturan Daerah. Ada skitar 2000 Perda yang dinyatakan tidak berguna lagi, dikarenakan menabrak aturan-aturan di atasnya. Juga berbagai persoalan hukum yang tumpang tindih akibat otonomi daerah menyebabkan produk hukum justru kontra produktif dalam proses mempercepat pembangunan.

Artinya jika diuraikan berbagai persoalan, semua berangkat dari lemahnya kualitas pendidikan para calon legislatif dan bahkan yang sudah jadi. Maka, tidak etis memang jika artis menjadi sasaran tembak kesemerawutan lembaga legislatif atau eksekutif saat ini. Tentu harus fair menghitung dalam persentase. Karena artis hanya bagian kecil sebagai pelaku dalam dunia politik.

Saya kira, jika artis memang berkualitas tidak ada persoalan untuk mengabdikan diri. Namun, jika ada artis jadi gubernur, lalu digiring KPK, bukan berarti semua artis sama. Karena, "artis juga manusia", sebagaimana manusia lain yang tidak lepas dari kesalahan. (cmk)

SHARE ON
close

PENALAR

PILIHAN REDAKSI

PENALAR TERPRODUKTIF

Ujang Komarudin, Dr., M.Si.

Pengamat Politik dan Dosen Universitas Al Azhar Indonesia

Christianto Wibisono

Analis Bisnis/ Pendiri Pusat Data Bisnis Indonesia (PDBI)

Dadang Trisasongko

Direktur Eksekutif Tranparency Internasional (TI) Indonesia

FOLLOW US

Rekonsiliasi Politik di Level Elit Diharapkan Terjadi di Level Sosial.              Tak Ada yang Salah dengan Pertemuan Jokowi Prabowo             Perhatikan Lag antara Demand Side dan Regulasi dari Sisi Supply Side             Tantangan yang Harus Dihadapi Masih Besar             Kemiskinan Makin Sedikit, Sulit Dikurangi             Bansos Tak Efektif Kurangi Kemiskinan             UNHCR Harus Keluar             Pembangunan Negara Hukum Harus Jadi Agenda Prioritas             ‘Visi Indonesia’ Tidak Prioritaskan Pembangunan Hukum dan HAM             Perlu Pertimbangan Agar yang Dikurung Memang Pantas Dikurung