BACK TO TOPIC
OPINI PENALAR
Pakar Industri Keuangan dan Ekonomi, Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis UI
Selama Pinjaman untuk Membangun, Aman

Transaksi “sekuritisasi” berbeda dengan transaksi penjualan aset. Sekuritisasi adalah melakukan pinjaman dana segar dengan mengeluarkan surat utang (securities instrument) dimana colateral (jaminan)nya adalah aset. Ini pertama kali diperkenalkan di Amerika pada industri kredit perumahan atau dikenal dengan produk "Mortgage Backed Facility." Jadi tidak bisa dikategorikan sebagai penjualan aset negara. Lebih berupa melakukan pinjaman dengan jaminan aset BUMN.

Layaknya sebuah transaksi pinjaman, selalu ada bunganya. Penentuan bunga bisa floating maupun fixed. Umumnya karena jangka waktunya panjang, bunga instrumen sekuritisasi umumnya adalah fixed. Seperti instrumen pinjaman lain bila utang tidak bisa dibayar, maka jaminan akan dilikuidasi/dijual untuk membayar utang.

Tentang BUMN sebagai aset nasional sebagaimana Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003, betul, juga sebagai agent of development.  Bila Pemerintah melakukan pinjaman walaupun menggunakan aset BUMN sebagai jaminan, sah-sah saja selama uang pinjaman itu dipakai untuk keperluan pembangunan, tidak meminjam berlebihan, dan bisa dibayar kembali tidak menjadi masalah.

Untuk menyiasati fungsi supporting BUMN bagi pengembangan ekonomi masyarakat, pembangunan selalu membutuhkan pendanaan yang tidak sedikit. Sumber dana pemerintah paling besar adalah dari pajak dan pinjaman.  Pembangunan Infrastruktur di negara manapun di dunia umumnya didanai oleh pinjaman.  Jadi bila pemerintah melakukan pinjaman, selama itu untuk membangun (development) dan bukan untuk konsumsi, maka ekonomi akan tumbuh dan rakyat pun akan merasakan dampak positifnya. Meskipun dampak tersebut butuh waktu yang tidak cepat. 

Saat ini level pinjaman pemerintah dibandingkan pertumbuhan GDP Indonesia hanya berkisar 22 persen-24 persen, level yang relatif rendah dibandingkan Amerika yang 100 persen maupun Jepang yang mencapai 200 persen-an. Artinya, Indonesia masih punya leverage capacity yang besar. Saya sendiri tidak tahu mengapa pemerintah tidak mau meminjam lebih banyak, terutama untuk mendukung pembangunan infrastruktur. Mungkin ini yang dimaksud dengan fiscal and monetary discipline.

Kemungkinan terjadinya krisis subprime mortgage 2008 bagi skema sekuritisasi aset itu kecil. Baik dari jumlah/size, structure, risk profile, distribution, market sophistication, maupun industry life cycle dari pasar sekuritisasi di Indonesia tidak menunjukkan hal tersebut. (pso)

SHARE ON
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF