BACK TO TOPIC
OPINI PENALAR
Peneliti INDEF
Sektor Pariwisata Tumbuh Dua Digit

Pertumbuhan pariwisata Indonesia cukup tinggi. Dalam 5 bulan pertama 2018, Januari-Mei, jumlah wisatawan mancanegara yang datang naik hampir 12 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, yakni dari  5,5  juta orang menjadi 6,2 juta orang, melebihi target pemerintah yang mematok kunjungan wisatawan sebanyak 10 juta orang per tahun.

Perolehan devisa dari pariwisata pada tahun 2017 mencapai Rp202,1 triliun, naik dari Rp177,2 triliun pada tahun 2016, sementara untuk tahun ini ditargetkan mencapai Rp223 triliun.

Dengan adanya kegiatan internasional seperti Asian Games dan pertemuan Bank Dunia-IMF di Bali bisa dijadikan momentum untuk meningkatkan kunjungan wisatawan tahun ini.

Selain jumlah wisatawan, kita perlu melihat negara-negara asal wisatawan. Dalam 5 bulan pertama 2018 tercatat negara penyumbang wisatawan terbanyak antara lain Malaysia dengan 1 juta orang, Tiongkok dengan 863.000 orang, dan Eropa sebanyak 730.000 orang.  Negara-negara yang masih kecil pertumbuhan wisatawannya harus ditingkatkan. 

Uni Eropa termasuk yang sedikit menyumbang kedatangan wisatawan. Dengan dibolehkannya kembali maskapai Indonesia terbang ke benua tersebut, kunjungan wisatawan dari kawasan tersebut bisa ditingkatkan. Ini menjadi peluang besar untuk menarik wisatawan datang ke Tanah Air.

Indonesia telah mengkampanyekan Wonderful Indonesia, namun sejauh mana promosi tersebut sampai ke masyarakat dunia, seberapa intens promosi tersebut di media-media internasional. Pada tahun lalu promosi Wonderful Indonesia cukup gencar, namun tahun ini berkurang. Biaya ini mungkin besar tetapi ini adalah investasi yang harus dikeluarkan.

Untuk destinasi tertentu seperti Danau Toba dan Raja Ampat, sarana transportasi masih minim. Demikian juga dengan Labuan Bajo masih belum didukung dengan infrastruktur bandar udara yang memadai.  Landasan yang dimiliki pendek,  sehingga pendaratan pesawat menjadi terbatas.

Pemerintah juga harus memberdayakan usaha UKM lokal di sekitar destinasi pariwisata. Jangan sampai pembangunan hotel oleh investor asing dilakukan dengan mengkavling lahan lalu masyarakat lokal tergusur.  Pemerintah harus menyiapkan strategi agar UKM terlibat,  terutama dalam menyediakan souvenir yang akan dibeli wisatawan. Hal ini akan mendorong sektor riil di sekitarnya. (sar)

SHARE ON
close

TOPIK TERPOPULER

PENALAR

PILIHAN REDAKSI

PENALAR TERPRODUKTIF

Gigin Praginanto

Pengamat Kebijakan Publik, Wartawan Senior

Christianto Wibisono

Analis Bisnis/ Pendiri Pusat Data Bisnis Indonesia (PDBI)

Nyoman Sudarsa

Ketua DPW KOMBATAN Provinsi Bali

FOLLOW US

Kartu Nikah Tidak Diperlukan             Penggunaan Pembayaran Online Harus Memiliki Regulasi             Reformasi Struktural: Darimana Kita Memulai?             Kemenag Perlu Jelaskan Manfaat Kartu Nikah             Focus ke Penetrasi Ekspor Produk Bernilai Tambah Tinggi             Gerindra dan PDIP Diuntungkan pada Pemilu 2019             Darurat, pembenahan Sektor Manufaktur dan Kapasitas SDM (Bagian-1)              Darurat, pembenahan Sektor Manufaktur dan Kapasitas SDM (Bagian-2)             Masih Ada Waktu untuk Perbaharui Komitmen             Penguatan Upaya Pemberantasan Korupsi