BACK TO TOPIC
OPINI PENALAR
Guru Besar Antropologi UI, mantan Ketua Umum Partai Demokrat
Sejak Orba, Kita Abai Pembangunan Manusia

Bagaimana mau menang dalam setiap kompetisi olahraga khususnya Asian Games 2018, kalau tidak ada upaya tanamkan semangat sportivitas, kejujuran dan keterbukaan dalam persaingan. Anak-anak muda dihalangi pamer keberhasilan binaraga dengan pakaian minim. Lapangan olahraga dan sports venues dikomersialkan. Jumat siang pulang dini harus antri. Kemacetan kurangi waktu olahraga.

Kalo sekarang masjid terbuka untuk kegiatan politik dan sosial, mengapa tidak digunakan juga untuk olahraga? Mens sana in corpore sano untuk menanamkan sportivitas dan mengejar prestasi olahraga dan aktualisasi pribadi generasi muda ke arah yang positif.

Sementara itu pada ajang Asian Games 2018, bisakah masuk empat atau lima besar? Saya belum merasakan adanya demam kompetisi olahraga dikalangan masyarakat. Mungkin karena yang muncul pertikaian memperebutkan peluang kekuasaan dan kekayaan semata. Ya artinya kita harus sadar bahwa selama ini masyarakat dan pemerintah sejak Orde Baru hingga kini melalaikan tanggung jawab membangun manusia seutuhnya. 

Diperlukan kesadaran dan tanggung jawab bersama untuk menyusun grand strategy pembangunan nasional secara menyeluruh dengan target tahunan dan lima tahunan sampai 25 tahunan. Tutup pertikaian yang mendahulukan kepentingan perorangan dan kelompok. Jangan ada yang klaim paling pandai atau paling banyak karena pembangunan manusia seutuhnya itu harus didukung semua pihak. (ast)

SHARE ON
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF