BACK TO TOPIC
OPINI PENALAR
Pengamat Sepakbola/Jurnalis Senior
Seharusnya Asian Para Games Dahulu, Kemudian Asian Games

Dilihat dari penyelenggaraan Asian Games atau Olimpiade sebelumnya jeda penyelenggaraan dengan Asian Para Games dan Para Olympic tak terlalu jauh. Hanya jeda beberapa hari, paling jauh sepekan. Sehingga nggak kehilangan gaungnya. Sekarang jedanya sebulan. Jauh banget. Itu berpengaruh besar. Sekarang kita sudah masuk hiruk-pikuk politik. 

Harusnya ketika sosialisasi Asian Games diiringi sedikit-sedikit promo Asian Para Games. Lagipula, menyelenggarakan Asian Para Games sudah jadi kewajiban tuan rumah. Yang ada, sekarang panitia peneyelenggaranya berbeda. Yang Asian Games oleh INASGOC, sedang Asian Para Games oleh INAPGOC. Saya agak bertanya, kenapa jadi begitu? Kenapa jarak penyelenggaraannya begitu jauh? Kenapa juga penyelenggaranya berbeda? 

Padahal ajang olahraga kaum difabel ini  sebuah ajang luar biasa yang menunjukkan upaya luar biasa  mereka yang lebih hebat dibandingkan orang normal. Lebih inspiring  dan jadi pelajaran. Malah seharusnya, ajang  olahraga kaum difabel yang dilaksanakan laebih dahulu. Baru kemudian Asian Games. Asian Para Games bisa jadi persiapan, semacam warming-up menuju Asian Games. Sebagai tuan rumah kita berhak mengusulkan itu ke Komite Olimpiade Asia. Indonesia bisa jadi pionir bila itu terjadi. Jangan kepalang tanggung.  

Sekarang kita ikut aturan baku, Asian Games baru kemudian Asian Para Games. Itupun jeda waktunya terlalu lama. Jadi sudah kehilangan greget duluan. Kalau saya lihat keseriusan Pemerintah sudah cukup. Jokowi juga sudah turun meninjau. 

Mengenai target prestasi apakah akan menyamai prestasi di Asian Games, dengan segala rasa hormat pada kaum difabel, saya nggak terlalu berharap akan ada prestasi seperti itu. Berharap iya, tapi bila tidak pun tak apa-apa. Say melihat ajang ini sebagai perjuangan orang-orang inferior untuk survive dalam hidup
dan bahkan punya nilai lebih sebagai atlet. (ade)

SHARE ON
close

PENALAR

PILIHAN REDAKSI

PENALAR TERPRODUKTIF