BACK TO TOPIC
OPINI PENALAR
Pengamat Sosial Universitas Indonesia (UI)
Sampah Kita Adalah Tanggung Jawab Kita!

Indonesia sudah sejak lama menjadi negara tujuan sampah atau barang bekas dari negara maju. Di kawasan Sumatera bagian Utara, telah lama menjadi pasar yang sangat luas bagi mobil-mobil bekas dari Singapura atau Malaysia. Demikian pula pakaian bekas dari Jepang dan Korea yang higienitas nya perlu dipertanyakan.

Namun kasus yang terjadi belakangan ini justru yang paling mencengangkan karena selain ada pemalsuan dokumen impor, ternyata sampah yang dikirim juga mengandung limbah berbahaya. Hal ini tentunya perlu dicermati dsri dua konteks, yakni konteks tata kelola perizinan secara umum dan konteks tata kelola lingkungan, khususnya pengelolaan sampah.

Dalam konteks perizinan secara umum tentunya sangat disesalkan bahwa proses karantina terhadap barang impor, apalagi yang terindikasi merupakan barang bekas atau limbah, tidak dilakukan secara ketat. Hal ini tentunya dimungkinkan karena lemahnya pengawasan dan pengendalian terhadap praktik impor khususnya komoditas non-devisa.

Sementara dalam konteks tata kelola lingkungan, sampah sebenarnya memang memiliki nilai ekonomi yang tinggi jika dimanfaatkan dengan tepat. Kita belum lupa kasus limbah pemurnian minyak goreng SBE (limbah B3) yang dijadikan bahan bangunan pengganti pasir di Marunda. Secara fungsi teknis memang SBE ini lebih unggul dalam merekatkan material dibandingkan pasir biasa. Namun fungsi kimiawinya ternyata memiliki dampak buruk degeneratif bagi sel hidup yang terpapar olehnya.

Oleh karena itu, dalih pemanfaatan limbah sebagai material daur ulang memang perlu dicermati lebih mendalam, terutama kajian tentang dampak jangka panjangnya bagi mahluk hidup. Kembali kepada kasus impor sampah di atas, sudah saatnya pemerintah menghentikan izin impor sampah untuk alasan apapun.

Akan lebih baik jika pengelolaan sampah bersifat lokalistik dan dikaitkan dengan perilaku hidup yang cerdas dalam mengelola sampah lingkungan. Sampah kita adalah milik kita dan tanggung jawab kita, sedangkan sampah orang lain adalah tanggung jawabnya masing-masing. (yed)

SHARE ON
close

PENALAR

PILIHAN REDAKSI

PENALAR TERPRODUKTIF

Ujang Komarudin, Dr., M.Si.

Pengamat Politik dan Dosen Universitas Al Azhar Indonesia

Christianto Wibisono

Analis Bisnis/ Pendiri Pusat Data Bisnis Indonesia (PDBI)

Dadang Trisasongko

Direktur Eksekutif Tranparency Internasional (TI) Indonesia

FOLLOW US

Rekonsiliasi Politik di Level Elit Diharapkan Terjadi di Level Sosial.              Tak Ada yang Salah dengan Pertemuan Jokowi Prabowo             Perhatikan Lag antara Demand Side dan Regulasi dari Sisi Supply Side             Tantangan yang Harus Dihadapi Masih Besar             Kemiskinan Makin Sedikit, Sulit Dikurangi             Bansos Tak Efektif Kurangi Kemiskinan             UNHCR Harus Keluar             Pembangunan Negara Hukum Harus Jadi Agenda Prioritas             ‘Visi Indonesia’ Tidak Prioritaskan Pembangunan Hukum dan HAM             Perlu Pertimbangan Agar yang Dikurung Memang Pantas Dikurung