BACK TO TOPIC
OPINI PENALAR
Direktur Eksekutif Tranparency Internasional (TI) Indonesia
Saatnya Membenahi Parpol

Sebagai titik awal membangun sistem integritas parpol, inisiatif KPK patut disambut dengan baik. Penandatanganan secara terbuka komitmen penerapan Sistem Integritas Partai Politik (SIPP) juga akan menjadi awal yang baik sepanjang diikuti dengan upaya pemantauan pelaksanaannya oleh KPK. 

Yang perlu diingat, SIPP ini adalah upaya pencegahan korupsi. Dia akan efektif jika dibarengi dengan upaya pencegahan lain dan upaya penindakan yang intensif. Upaya pencegahan korupsi lain yang perlu dilakukan dalam waktu dekat adalah mengajak masyarakat untuk tidak memilih kader partai mantan napi koruptor yang maju jadi caleg dalam pemilu tahun depan. Mereka patut dihukum melalui sistem demokrasi kita. Jika publik sudah cerdas politik, tentu akan menjadi kekuatan kontrol yang efektif terhadap parpol dan politisi.

Demikian juga halnya dengan upaya pendindakan. Saya berharap KPK dalam tiga bulan ke depan menginvestigasi secara intensif keterlibatan parpol dalam kasus korupsi yang sedang ditangani KPK. Ini akan menciptakan momentum yang sangat tepat untuk mendorong pembenahan parpol. (mry)

SHARE ON
close

PENALAR

PILIHAN REDAKSI

PENALAR TERPRODUKTIF

Ujang Komarudin, Dr., M.Si.

Pengamat Politik dan Dosen Universitas Al Azhar Indonesia

Gigin Praginanto

Pengamat Kebijakan Publik, Wartawan Senior

Tabrani Yunis

Pengelola majalah POTRET dan Majalah Anak Cerdas. Direktur Center for Community Development and Education (CCDE) Banda Aceh

FOLLOW US

Ingin Tarif Ojek Online Murah, Aplikator Beri Subsidi             Tarif Baru Ojek Online Harus Fair             Politisasi Agama: Manifestasi Politik Akal Sesat             Setop Kapitalisasi Ibadah             Penting Memberikan Subsidi Produk Akhir Bagi Petani             Manfaatkan Digital Farming             Kemampuan Literasi Anak Negeri Menyikapi Selebrasi Valentine Day Perlu Diperkuat             Kelaparan Disebabkan Banyak Daerah yang Terisolasi             Mempermainkan Orang Miskin             Membantai Indonesia Tanpa Ampun