BACK TO TOPIC
OPINI PENALAR
Guru Besar Universitas Bina Nusantara
Risiko Penyertaan Equity Proyek Macet

Dengan tingkat bunga 6,75  persen maka ada selisih margin 6,25 maka tawaran internal rate of return 13 persen menarik bagi investor dengan perhitungan risk premium 6,25 persen, di atas standard risk premium 4-6 persen.

Namun dalam situasi saat ini investor menunggu apa yang akan terjadi berikutnya. Sekalipun ada pertemuan antara Joko Widodo – Prabowo Subianto, masalah tidak selesai di situ saja. Sekalipun risk premiumnya menarik, investor masih berpikir dua kali, kecuali risk premiumnya sebesar 8 persen.

Kehadiran PINA Center tidak bertabrakan dengan surat utang yang dikeluarkan pemerintah karena seperti obligasi dikeluarkan dengan periode tertentu dan dibayarkan oleh pemerintah, sementara pembiayaan melalui penyertaan equity dibayar oleh hasil dari proyek tersebut, bukan pemerintah.

Ada risiko bagi pemilik dana yang menginvestasikan modalnya melalui penyerataan ekuiti jika proyek yang dibiayai macet. Berbeda dengan obligasi, tidak ada risiko proyek macet. Investor bisa menikmati kupon secara periodik, karena ekuivalen dengan utang. Risiko equity juga tidak dibagikannya deviden oleh pemegang saham. (sar)

SHARE ON
close

PENALAR

PILIHAN REDAKSI

PENALAR TERPRODUKTIF

Ahmad Heri Firdaus

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF)

YB. Suhartoko, Dr., SE., ME

Dosen Program Studi Ekonomi Pembangunan, Keuangan dan Perbankan Unika Atma Jaya Jakarta

Mohammad Faisal

Direktur Centre of Reform on Economic (CORE) Indonesia

FOLLOW US

Aturan Timbulkan Administration Cost, Beban Bagi UMKM                Pelaku Bisnis E-commerce Tak Perlu Berbadan Hukum             Hambat Usaha Kecil Naik Kelas             Investor Tak Terpengaruh Prediksi Ekonomi RI             Moody’s Tak Tahu Jeroan Indonesia             Ada  Gap, Ada Ketimpangan             Prioritas Utama Tingkatkan Pertumbuhan             Dana Desa Berhadapan dengan Kejahatan Sistemik             Pembangunan Desa Tidak Bisa Berdiri Sendiri             Harus Disadari, Korupsi akan Mengikuti Kemana Uang Mengalir