BACK TO TOPIC
OPINI PENALAR
Direktur Eksekutif NGO Lokal
Riset Harus Punya Dampak Signifikan bagi Masyarakat

Hasil riset seharusnya menjadi nyawa bagi peningkatan ekonomi, yang merupakan masalah mendasar atau pokok. Hingga saat ini di Indonesia, sangat disayangkan riset hanya menghiasi rak-rak perpustakaan atau balitbang. Hasil riset jarang sekali membawa manfaat bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Kalau boleh diusulkan, sebelum dilaksanakan kenaikan anggaran riset, dilakukan terlebih dahulu monitoring dan evaluasi terhadap riset-riset berikut prosedur riset yang sudah ada. Agar riset yang dilakukan dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Sebagai contoh, dapat diberikan gambaran sebagai berikut, bagi mahasiswa tingkat akhir yang akan lulus, diwajibkan melakukan riset yang berhasil guna, tidak sekadar menyusun skripsi atau tugas akhir sebagai syarat kelulusan.
Banyaknya tenaga ahli di Indonesia tidak mempunyai nilai jual karena, tidak mampu mengkomunikasikan hasil riset dalam bahasa bisnis (marketable).

Setelah riset dilakukan diadakan penilaian kelayakan apakah hasil riset yang bersangkutan dapat dimanfaatkan untuk kemaslahatan masyarakat, dan dapat diproduksi untuk peningkatan kualitas ekonomi maupun SDM.

Di China, mesin-mesin industri skala kecil diproduksi dengan sangat murah, karena mereka sudah melakukan proses produksi massal dengan harga murah karena sudah dilakukan kanalisasi proses produksi. Hasil riset dikembangkan dalam skala industri dan di distribusikan pembuatan nya kemudian dirakit dengan standar mutu yang baik, sehingga ketika bersaing dengan siapapun dia akan unggul dari sisi harga, hal ini mampu membuat perusahaan-perusahaan besar di Amerika dan Jepang babak belur.

Di situ pentingnya hasil riset bisa dikerjasamakan dengan pihak swasta agar bisa mempunyai nilai bisnis.

Contoh lain adalah riset tentang optimasi potensi sumber daya alam menggunakan teknologi tepat guna, yang bisa digunakan dalam skala industri kecil dan bisa dilakukan oleh masyarakat secara inklusif.

Produksi mesin-mesin teknologi tepat guna ini bisa dikerjasamakan dengan swasta, agar memberikan multiplier effect dan merangsang tumbuhnya industri turunan di desa. Kemudahan proses melalui mesin-mesin produksi dengan teknologi sederhana dan terjangkau, sehingga dapat dioperasikan oleh siapapun dengan pendidikan paling minim. Hal itu secara bertahap akan berdampak pada perkembangan teknologi lanjutan, dimana kondisi masyarakatnya sudah tidak "gaptek" lagi terhadap teknologi.

Di Indonesia, selama ini dirasakan dampak empowering terhadap peningkatan ekonomi merambat, dan tidak signifikan. Terkait hasil riset yang bisa diadopsi masyarakat yang akan mampu memberikan dampak signifikan pada kegiatan empowering/pemberdayaan. Untuk itulah, hasil riset mempunyai peran sangat penting bagi bangsa dalam rangka peningkatan mutu SDM dan peningkatan ekonomi masyarakat.

Penggunaan hasil riset ini bisa diuji dalam bentuk percontohan (skala kecil) agar bisa dihitung berapa persen dampaknya pada target capaian dengan menggunakan analisa dampak sosial, ekonomi dan lingkungan hidup

Dalam melakukan analisa sosial, analisa ekonomi inklusif dan pertumbuhan ekonomi masyarakat, selayaknya dilakukan analisa menggunakan LFA (Logical Framework Analysis).

Analisa LFA sangat membantu menjelaskan kenapa target capaian belum tercapai, apa yg harus diperbaiki, sehingga memberikan hasil maksimal. Jadi bukan sekadar empowering atau pemberdayaan parsial yang ujungnya hanya pemborosan anggaran dan tidak memiliki dampak signifikan.

Jika riset itu berdampak positif di era industri 4.0 silakan dibiayai, jadi tidak disamakan dengan riset biasa.
Hasil riset harus mampu menjadi pengungkit ekonomi masyarakat dan menarik minat swasta (dunia usaha) untuk dikembangkan skala industri, dan mampu menjadi daya ungkit ekspor sehingga menambah devisa negara. Sayangnya, riset di Indonesia belum punya dampak bagus pada minat investor karena tidak punya pengaruh positif pada keuntungan bisnis. (pso)

SHARE ON
close

TOPIK TERPOPULER

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Lana Soelistianingsih, Dr., S.E., M.A.

Ekonom Universitas Indonesia, Kepala Riset/ Ekonom Samuel Aset Manajemen

Mohammad Faisal

Direktur Centre of Reform on Economic (CORE) Indonesia

Ahmad Heri Firdaus

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF)

FOLLOW US

Perkuat Investasi, Industri dan Ikatan Kewilayahan di ASEAN             Perubahan Nomenklatur Tak Efektif dalam Jangka Pendek             Ketergantungan pada Komoditas Dikurangi, Perbanyak Industri Olahan Berbasis Komoditas             Setia Ekspor Komoditas Alam, atau Diversifikasi Ekspor?             Perlu, Optimalisasi Non Tariff Measure (NTM)             Kebijakan NTM akan Bermanfaat, Selama Tidak Berlebihan.             Sesuaikan pilihan jenis NTM dengan karakteristik produk impor             Kebijakan Mandek Terganjal Implementasi, Koordinasi, Eksekusi               Pemerintah Sibuk Urusi Poliitk             Tinjau Kembali Struktur Industri Nasional