BACK TO TOPIC
OPINI PENALAR
Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF)
Revitalisasi Industri Bahan Baku dan Barang Jadi

Indikasi trade war yang ditandai dengan aksi balas tarif impor berpotensi meluas ke berbagai produk yang diperdagangkan di antara kedua negara (AS dan China). Apabila hal ini hal ini terjadi, volume atau nilai perdagangan antara kedua negara bisa semakin berkurang. Dampaknya, China atau Amerika Serikat akan mencari pasar potensial yang relatif lebih bebas tarif untuk mengkompensasi penurunan/kerugian perdagangan dengan Amerika Serikat. 

Indonesia sebagai pasar potensial, bisa menjadi sasaran empuk dari China sebagai pasar yang relatif bebas tarif (tarif lebih kecil karena ada CAFTA). Hal ini perlu diwaspadai agar defisit necara perdagangan Indonesia degan China tidak semakin besar. Penyiapan industri bahan baku dan barang jadi di dalam negeri harus menjadi fokus agar mampu menerapkan subtitusi impor. (pso)

SHARE ON
close

TOPIK TERPOPULER

Massa Ke MK, Untuk Apa?

0 OPINI | 13 June 2019

Bangsa Xenophobia

13 June 2019

Bahasa Daerah, Merana Nasibmu

2 OPINI | 14 June 2019

PENALAR

PILIHAN REDAKSI

PENALAR TERPRODUKTIF

Ujang Komarudin, Dr., M.Si.

Pengamat Politik dan Dosen Universitas Al Azhar Indonesia

Mohammad Faisal

Direktur Centre of Reform on Economic (CORE) Indonesia

Yahya Agung Kuntadi, Ir., M.M.

Kepala Kantor UGM Kampus Jakarta, Institute of Research and Community LPPM UGM

FOLLOW US

Menengok dan Menyiapkan SDM di Era Revolusi Industri 4.0             Polri Telah Berupaya Transparan Ungkap Rusuh 21-22 Mei             Possible and Impossible Tetap Ada             Ungkap Rusuh 21-22 Mei Secara Terang dan Adil             Banyak Masalah yang Harus Diselesaikan             Pilihan Cerdas Jadi Oposisi             Tergilas oleh Budaya Global             Penghambaan terhadap Simbol Dunia Barat             Tak Cukup Imbauan             Investor Tak Hanya Andalkan Peringkat Daya Siang