BACK TO TOPIC
OPINI PENALAR
Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF)
Revitalisasi Industri Bahan Baku dan Barang Jadi

Indikasi trade war yang ditandai dengan aksi balas tarif impor berpotensi meluas ke berbagai produk yang diperdagangkan di antara kedua negara (AS dan China). Apabila hal ini hal ini terjadi, volume atau nilai perdagangan antara kedua negara bisa semakin berkurang. Dampaknya, China atau Amerika Serikat akan mencari pasar potensial yang relatif lebih bebas tarif untuk mengkompensasi penurunan/kerugian perdagangan dengan Amerika Serikat. 

Indonesia sebagai pasar potensial, bisa menjadi sasaran empuk dari China sebagai pasar yang relatif bebas tarif (tarif lebih kecil karena ada CAFTA). Hal ini perlu diwaspadai agar defisit necara perdagangan Indonesia degan China tidak semakin besar. Penyiapan industri bahan baku dan barang jadi di dalam negeri harus menjadi fokus agar mampu menerapkan subtitusi impor. (pso)

SHARE ON
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Yahya Agung Kuntadi, Ir., M.M.

Kepala Kantor UGM Kampus Jakarta, Institute of Research and Community LPPM UGM

Ujang Komarudin, Dr., M.Si.

Pengamat Politik dan Dosen Universitas Al Azhar Indonesia

Karyono Wibowo

Pengamat Politik. Peneliti di Indo Survey & Strategy. Peneliti Senior Indonesian Public Institute (IPI)

FOLLOW US

Kapan Merdeka dari KUHP Peninggalan Belanda?             Bangsa Parasit             Tinjau Kembali Politik Pangan             Semantik Munafik Lunatik Kembali Otentik              Indonesia Kehilangan Arah dan Tujuan             74 Tahun RI: Kedaulatan Sebagai Slogan Politik              Perlu Mekanisme Seleksi Khusus             Ketahanan Pangan Indonesia Masih Rapuh             Persoalan Ada Pada Tingkat Konsumsi             Kedaulatan Pangan Didukung Pola Makan dan Perilaku Konsumsi Pangan