BACK TO TOPIC
OPINI PENALAR
Analis Sosial Politik dan Kewarganegaraan
Resafel Menunjukan Konsolidasi Elite Politik Belum Beres

Resafel kabinet jkembali terdengar. Hanya ada dua makna di balik itu. Pertama, karena konsolidasi elite politik yang belum beres. Kedua, karena ada kepentingan yang belum terakomodasi oleh Presiden Jokowi.

Konsolidasi elite yang belum beres itu terlihat dalam perbedaan sikap politik terkait kebijakan strategis menyangkut kepentingan pemilu maupun kepentingam pragmatis masing-masing kekuatan politik yang tergabung dalam koalisi pemetintah. Misalnya soal Presidential Threshold, soal full day school, soal kasus korupsi besar yang menyerempet elite (e-KTP), maupun soal kebijakan ESDM terkait fFeeport dan lain-lain.

Saya kira Jokowi tak akan berani singkirkan Rini  jika tak mampu menjelaskan secara gamblang kepada Luhut Binsar Panjaitan sebagai Menko Maritim yang membawahi Rini Soemarno. Fakta historisnya, Pilpres 2014 membuat Jokowi tak bisa melupakan jasa besar kedua tokoh penting tersebut. Termasuk inisiatif Rini dalam menyiapkan tim transisi.

Jika resafel benar terjadi, maka penjelasan Jokowi kepada publik sangat menentukan seberapa besar publik merespons positif atau negatif. Kuncinya ada pada Presiden Jokowi apakah resafel yang dilakukan murni mempertimbangkan kinerja menteri yang dinilai idak mampu menterjemahkan Nawacita dalam tataran teknis bidang kerjanya, atau lebih hanya karena kepentingan pragmatis. Semoga bukan karena kepentingan pragmatis. (cmk)

SHARE ON
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF