BACK TO TOPIC
OPINI PENALAR
Direktur Eksekutif KAWALI (Kawal Wahana Lingkungan Hidup Indonesia)
Rendahnya Kesadaran Stakeholder Kebencanaan

Negeri ini seperti tak henti-hentinya ditimpa bencana alam. Beberapa hari terakhir, pemberitaan dihiasi oleh bencana gempa dan potensi sunami di pulau Jawa. Tak berselang lama Indonesia juga kembali dihadapkan dengan masalah kebakaran hutan di wilayah Sumatera yang mengakibatkan banyak terhenti aktivitas keseharian warganya. Bayangkan dampak akan kerugian di sektor ekonominya dampak dari bencana ini

Saya memandang meski kerap terdampak bencana, dilihat dari sisi stakeholder terkait, nampaknya belum ada upaya maksimal dalam hal mitigasi bencana walau negeri kita sudah sering mennadi langanan berbagai macam becana yang menimpa.

Mitigasi atau upaya mengurangi jumlah korban dan tingkat kerugian memang terasa masih belum mengalami peningkatan secara siginifikan daam momentum tangap darurat bencana di negeri ini.

Minimnya akan perbaikan pada mitigasi bencana ini disinyalir berkaitan erat dengan rendahnya kesadaran semua stakeholder, kususnya pemerintah mengenai kebencanaan ini.

Banyak kalangan khusus stakeholder terkait kebencanaan belum menaruh perhatian yang lebih serius pada urusan ini. Ini dapat dilihat dari minimnya anggaran, rendahnya kualitas teknologi, dan minimnya pendidikan kesiapsiagaan bencana.

Mitigasi bencana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 15 huruf c dilakukan untuk mengurangi risiko dan dampak yang diakibatkan oleh bencana terhadap masyarakat yang berada pada kawasan rawan bencana (PP No 21 Tahun 2008 Pasal 20 ayat, ada empat hal penting dalam mitigasi bencana, yaitu: a) Tersedia informasi dan peta kawasan rawan bencana untuk tiap jenis bencana, b) Sosialisasi untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat dalam menghadapi bencana, karena bermukim di daerah rawan bencana, c) Mengetahui apa yang perlu dilakukan dan dihindari, serta mengetahui cara penyelamatan diri jika bencana timbul, dan d) Pengaturan dan penataan kawasan rawan bencana untuk mengurangi ancaman bencana.

Beragam perbaikan memang telah dilakukan, tetapi penurunan risiko bencana tetap tidak berubah signifikan. Sehingga mitigasi bencana perlu etrus digalakkan. (yed)

SHARE ON
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Ahmad Heri Firdaus

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF)