BACK TO TOPIC
OPINI PENALAR
Dosen Administrasi Publik Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)
Reformasi Birokrasi Masih Perlu Banyak Perbaikan

Reformasi Birokrasi merupakan salah satu upaya pemerintah untuk mencapai good governance. Juga melakukan pembaharuan serta perubahan mendasar terhadap sistem penyelenggaraan pemerintahan. Terutama menyangkut aspek-aspek kelembagaan (organisasi), ketatalaksanaan dan sumber daya manusia aparatur.

Melalui Reformasi Birokrasi, dilakukan penataan terhadap sistem penyelangggaraan pemerintahan yang tidak efektif dan efisien. Tetapi juga Reformasi Birokrasi menjadi tulang punggung dalam perubahan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Namun perkembangan nya kondisi birokrasi Indonesia di era reformasi saat ini, bisa dikatakan belum menunjukkan arah perkembangan yang baik. Ini dikarenakan masih banyak ditemukan birokrat yang arogan dan menganggap rakyatlah yang membutuhkannya, praktik KKN yang masih banyak terjadi, dan mentalitas birokrat yang masih jauh dari harapan.

Maka parameter berjalannya Reformasi Birokrasi ketika berjalannya kinerja administrasi publik, secara konseptual teoritis dengan fungsi optimal kerja sistem tata kepemerintahan administrasi publik dengan birokrasi sebagai mesin organisasinya dapat menjawab kebutuhan masyarakat dan negara. Namun kenyataannya dalam perkembangan sayangnya, kondisi perimbangan antara “abdi negara” dan “abdi masyarakat” seringkali sulit diwujudkan.

Kecenderungan menjadi “abdi negara” dari pada sebagai “abdi masyarakat” terasa lebih kental dalam wajah, budaya dan perilaku birokrasi di Indonesia. Maka berangkat dari kondisi yang telah tercipta maka Reformasi Birokrasi terlebih dahulu merubah pola pikir aparatur dalam melihat masyarakat, sehingga akan mengubah perilaku aparatur birokrat dari seperti raja menjadi pelayan.

Di sinilah budaya pelayanan publik pemerintah akan bisa menjadi budaya dan berjalan ketika mampu beradaptasi dengan nilai, norma maupun kebiasaan ataupun istiadat budaya masyarakat yang dimasukkan dalam pelayanan publik pemerintah. Karena sesungguhnya output Reformasi Birokrasi mendorong aparatur dan sistem penyelenggaraan pemerintahan mampu menciptakan kreativitas dan inovasi dalam pelayanan publik dan penyelenggaraan pemerintahan, hal tersebutlah yang diharapkan dalam konsep good governance(ast)

SHARE ON
close

TOPIK TERPOPULER

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Lana Soelistianingsih, Dr., S.E., M.A.

Ekonom Universitas Indonesia, Kepala Riset/ Ekonom Samuel Aset Manajemen

Mohammad Faisal

Direktur Centre of Reform on Economic (CORE) Indonesia

Ahmad Heri Firdaus

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF)

FOLLOW US

Perkuat Investasi, Industri dan Ikatan Kewilayahan di ASEAN             Perubahan Nomenklatur Tak Efektif dalam Jangka Pendek             Ketergantungan pada Komoditas Dikurangi, Perbanyak Industri Olahan Berbasis Komoditas             Setia Ekspor Komoditas Alam, atau Diversifikasi Ekspor?             Perlu, Optimalisasi Non Tariff Measure (NTM)             Kebijakan NTM akan Bermanfaat, Selama Tidak Berlebihan.             Sesuaikan pilihan jenis NTM dengan karakteristik produk impor             Kebijakan Mandek Terganjal Implementasi, Koordinasi, Eksekusi               Pemerintah Sibuk Urusi Poliitk             Tinjau Kembali Struktur Industri Nasional