BACK TO TOPIC
OPINI PENALAR
Wakil Ketua DPW Kombatan Bali, Dosen Universitas Mahendradata Bali
Rama-ramai Seleb Nyaleg

Banyaknya salebitas sebagai wakil rakyat populer belakangan ini, dan lebih-lebih lagi menjelang pileg tahun depan.
Kenapa salebritas meraup suara relatif nampak gampang dibanding politisi? 

Kehadiran salebritas di kancah politik sepertinya tidak beban dibanding politisi, kalaupun tidak terpilih ya tetap di entertain (sebagai salebritas ). Pertimbangan populis menjadi alat untuk meraup pemilih dan ini menjadi trend di lapisan grass root, mereka secara umum belum memahami maksimal memilih wakil untuk apa?

Apakah pemilih memperjuangkan aspirasinya, belum tentu? Dan juga tidak pernah tau kontribusi apa yang akan diberikan atas keberpihakan kepadanya. Salebritas mau berfoto bersama menjadi kebanggaan kalangan pemilih seperti itu. Terus apa sumbangsih pemikiran para saleb di meja terhormat. Mungkin segelintir saja berkiprah politik selebihnya sebagai peramai lembaga saja.

Kalangan DPP partai justru membuka lebar kesempatan salebritas nyaleg pada partainya. Strategi ini semata-mata untuk target kuantitas (jumlah) kursi yang direbut dibanding merekut tokoh politisi andal yang kuantitasnya kecil, untuk apa? 
Pergeseran ini memang jadi trend di pusat karena di sanalah mereka berkiprah dengan salebritas terkenal dan mudah diketahui memang andal meraup suara di jaringan paling bawah. Grass root populasinya besar dibanding kalangan terdidik jika memilih pasti ada pertimbangan. Kualitas mungkin sementara dikesampingkan yang penting kuantitas, karena kuantitas akan lebih mudah untuk meraih keinginan politik. (cmk)

SHARE ON
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Christianto Wibisono

Analis Bisnis/ Pendiri Pusat Data Bisnis Indonesia (PDBI)

Didin S. Damanhuri, Prof., Dr., SE., MS., DEA

Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM) IPB

Riza Annisa Pujarama

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF)

FOLLOW US

Presiden sedang Menggali Kuburnya Sendiri             Duet Tango DPR & KPK             Utamakan Tafsir Moral ketimbang Tafsir Hukum dan Ekonomi             Langkah Menkeu Sudah Benar dan Fokuskan pada SKM 1             Industri Rokok Harus Tumbuh atau Dibiarkan Melandai             Perizinan Teknis Masih Kewenangan Daerah             Kiat Khusus Pangkas Birokrasi Perizinan di Indonesia             Politik Etika vs Politik Ekstasi              Kebutuhan Utama : Perbaiki Partai Politik             Pengaruh High Class Economy dalam Demokrasi di Indonesia (Bagian-1)