BACK TO TOPIC
OPINI PENALAR
Dosen Program Studi Ekonomi Pembangunan, Keuangan dan Perbankan Unika Atma Jaya Jakarta
Rakyat Harus Diuntungkan dalam Jangka Pendek

Salah satu konstrain dalam pembangunan infrastruktur adalah pembebasan lahan yang menyangkut banyak kepentingan di dalamnya, termasuk pemilik lahan. Salah satu solusi yang ditawarkan pemerintahan sekarang adalah ganti untung, tidak seperti dulu yang dilakukan melalui pendekatan kekuasaan.

Konsep ganti untung mendasarkan nilai tanah pada harga pasar, ditambah dengan uang bongkar  bangunan dan pemindahan. Arahnya sudah benar.  Tetapi memang ada perbedaan kepentingan dari para stakeholder—bisa jadi sifatnya politis—yakni para pengusaha yang sebelumnya sudah terlibat di situ membuat masalah.

Pembebasan tanah dan pembangunan infrastruktur memang harus bisa dipecahkan. Ke depan Indonesia memang harus menyediakan infrastruktur, tidak bisa dielakkan. Tetapi berkaitan dengan pembebasan lahan semua harus diuntungkan (win-win solution).

Jika pendekatannya ganti untung, persoalan lain sudah tidak lagi terkait dengan masalah ekonomi. Kalau pun masih menyangkut ekonomi, pasti ada persoalan ekonomi yang lebih besar. Hal ini harus diwaspadai. Pembangunan infrastruktur yang benar tidak hanya menyediakan infrastruktur tetapi juga harus berbicara mengenai keberlangsungan ekonomi yang sudah ada sebelum hadirnya infrastruktur.

Selama ini sering dilupakan. Begitu dilakukan pembangunan infrastruktur ternyata banyak industri yang mati seperti di daerah pintura. Padahal pada saat pembangunan infrastruktur secara bersamaan seharusnya juga mempertahankan kegiatan ekonomi yang lama tetap hidup dan terbantu dengan kehadiran infrastruktur.

Dalam pembangunan infrastruktur kurang dipikirkan bagaimana setelah adanya infrastruktur timbul kerugian pada masyarakat, terutama usahanya. Dalam hal pembangunan infrastruktur, terjadi peralihan (shifting) dari sebelum ke setelah pembangunan infrastruktur.

Penyediaan infrastruktur memang untuk kepentingan jangka panjang tetapi dalam jangka pendek jangan mematikan usaha rakyat sekitar.

Khusus untuk infrastruktur jalan tol, harus berpihak kepada pembangunan industri. Di sepanjang jalan tol bisa dibangun pusat-pusat industri. Selain itu, tarif tol juga harus pro industri. Khusus untuk kendaraan yang melayani kawasan industri dikenakan tarif tidak mahal. Banyak truk menghindari jalan tol karena tarifnya mahal.

Kendaraan yang digunakan untuk kegiatan industri seperti truk harus diberikan insentif dengan mengenakann tarif relatif murah. Tol seharusnya tidak hanya untuk kenikmatan kendaraan pribadi agar cepat pulang kampung tetapi juga untuk mengembangkan industri. (msw)

SHARE ON
close

TOPIK TERPOPULER

PENALAR

PILIHAN REDAKSI

PENALAR TERPRODUKTIF

Fithra Faisal Hastiadi, Dr., S.E., MSE., M.A

Direktur Eksekutif Next Policy, Dosen FEB UI

Andry Satrio Nugroho

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF)

Teguh Santoso, S.E., M.Sc.

Dosen Departemen Ilmu Ekonomi FEB Unpad, Peneliti Center for Economics and Development Studies

FOLLOW US

Aturan Timbulkan Administration Cost, Beban Bagi UMKM                Pelaku Bisnis E-commerce Tak Perlu Berbadan Hukum             Hambat Usaha Kecil Naik Kelas             Investor Tak Terpengaruh Prediksi Ekonomi RI             Moody’s Tak Tahu Jeroan Indonesia             Ada  Gap, Ada Ketimpangan             Prioritas Utama Tingkatkan Pertumbuhan             Dana Desa Berhadapan dengan Kejahatan Sistemik             Pembangunan Desa Tidak Bisa Berdiri Sendiri             Harus Disadari, Korupsi akan Mengikuti Kemana Uang Mengalir