BACK TO TOPIC
OPINI PENALAR
Peneliti PUSPOL Indonesia, Alumni S-2 Ketahanan Nasional UI, Wakil Sekretaris Jenderal Forun Serikat Guru Indonesia (FSGI)
Program Penguatan Pendidikan Karakter Tidak Berjalan dengan Baik

Kasus murid yang melakukan perundungan terhadap gurunya memang bukan kali ini saja terjadi. Sebelumnya kasus serupa juga pernah terjadi di wilayah Kendal. Terlepas dari itu, pemerintah sebenarnya telah memiliki program nasional, yakni Penguatan Pendidikan Karakter (PPK). Namun adanya kasus tersebut mengindikasi bahwa program PPK tidak berjalan dengan baik.

Padahal program PPK tersebut telah diberlakukan di seluruh sekolah di Indonesia sejak tahun 2016, bahkan dijadikan sebagai program reguler. Program tersebut seharusnya dilakukan dengan mengimplementasikan nilai-nilai yang berlaku di Indonesia dan dirumuskan oleh Kementerian Pendidikan, ke dalam proses pembelajaran di sekolah, oleh siswa, guru, dan orangtua.

Kedua, hal ini menjadi catatan kritis bagi pendidikan nasional, karena bisa saja apabila kita melihat lebih dalam pada proses belajar selama ini, sekolah hanya berorientasi pada angka. Sehingga sentuhan pengajaran tentang nilai moral dan sebagainya, kurang diberikan pihak sekolah kepada muridnya. 

Ketiga, Ki Hajar Dewantara mengatakan bahwa pendidikan itu tidak hanya tanggung jawab sekolah, tetapi juga merupakan tanggungjawab orangtua, dimana keluarga juga harus memberikan pendidikan informal. Artinya, ketika seorang siswa dapat berbuat seperti itu, mencerminkan bagaimana interaksi dia di rumah dan di lingkungan masyarakat.

Dalam kasus semacam ini pasti ada konsekuensi yang harus diterima oleh siswa yang berlaku tak pantas kepada gurunya. Namun, kita harus kembali kepada aturan yang berlaku di sekolah tersebut. Berkaitan dengan bagaimana aturan yang diketahui oleh orangtua, siswa, dan guru, dan apa saja konsekuensinya bagi yang melanggar.

Hukuman dengan mengeluarkan siswa dari sekolah menurut saya bukanlah hal yang bagus, terlebih jika siswa tersebut akan menghadapi ujian nasional. Oleh sebab itu  konsekuensi yang diberikan harus rasional. Selain itu, pemerintah juga perlu mengapresiasi guru yang ada dalam video tersebut. Karena beliau tidak berusaha melakukan perlawanan dan paham bagaimana kompentensi guru. (grh)

SHARE ON
close

TOPIK TERPOPULER

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Lana Soelistianingsih, Dr., S.E., M.A.

Ekonom Universitas Indonesia, Kepala Riset/ Ekonom Samuel Aset Manajemen

Mohammad Faisal

Direktur Centre of Reform on Economic (CORE) Indonesia

Ahmad Heri Firdaus

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF)

FOLLOW US

Perkuat Investasi, Industri dan Ikatan Kewilayahan di ASEAN             Perubahan Nomenklatur Tak Efektif dalam Jangka Pendek             Ketergantungan pada Komoditas Dikurangi, Perbanyak Industri Olahan Berbasis Komoditas             Setia Ekspor Komoditas Alam, atau Diversifikasi Ekspor?             Perlu, Optimalisasi Non Tariff Measure (NTM)             Kebijakan NTM akan Bermanfaat, Selama Tidak Berlebihan.             Sesuaikan pilihan jenis NTM dengan karakteristik produk impor             Kebijakan Mandek Terganjal Implementasi, Koordinasi, Eksekusi               Pemerintah Sibuk Urusi Poliitk             Tinjau Kembali Struktur Industri Nasional