BACK TO TOPIC
OPINI PENALAR
Direktur Eksekutif Next Policy, Dosen FEB UI
Prioritas Utama Tingkatkan Pertumbuhan

Mengatasi ketimpangan pendapatan golongan bawah dan atas melalui kebijakan yang  pro infrastruktur. Yang sekarang sudah dilakukan pemerintah sudah cukup baik. Kebijakan yang pro poor dan pro growth. Kebijakan membangun infrastruktur untuk industri, deregulasi, debirokratisasi adalah beberapa hal   yang cukup signifikan untuk mendorong pertumbuhan.

Masalah ketimpangan memang begitu adanya. Fenomena pembangunan di negara-negara berkembang menunjukkan 20 persen teratas kelompok elite memiliki pertumbuhan yang lebih cepat dari kelompok bawah. Mereka yang berpendapatan paling bawah bukannya tambah miskin tetapi pertumbuhannya tidak secepat yang kaya.

Saat ini yang harus menjadi prioritas utama adalah meningkatkan pertumbuhan. Kalau nanti sudah mencapai pertumbuhan pada level tertentu dan lepas dari jebakan negara berpendapatan menengah bawah, baru memberantas ketimpangan.

Ketimpangan yang terjadi saat ini tidak bisa dihindari jika dilihat dari sisi pendapatan. Namun GINI ratio yang ada saat ini secara relatif menunjukkan tidak ada masalah yang berarti.

Kecepatan pertumbuhan kelompok bawah tidak karena kurangnya kesempatan mendapatkan akses ke sumber daya ekonomi, namun lebih kepada masalah keterampilan masyarakat golongan bawah yang terbatas. Harus ada peningkatan keterampilan mereka melalui kurikulum agar sesuai dengan kebutuhan industri. Jika keterampilannya sudah ketemu dengan kebutuhan industri maka kesempatan itu selalu ada.

Kesempatan dan akses yang diberikan kepada golongan bawah sudah cukup baik. Masalahnya tidak di sana tetapi pada kapasitas. Masyarakat kelas bawah harus ditingkatkan keterampilannya melalui pembenahan kuriklulum.  Hal ini bisa dicapai jika Indonesia sudah tumbuh.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini berada di level 5 persen, belum cukup baik, harus digenjot lagi. Jika sudah bisa ditingkatkan maka masalah ketimpangan akan menjadi prioritas berikutnya. Yang paling penting adalah bagaimana bisa mencapai tingkat pertumbuhan ekonomi tertentu untuk keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah.  Minimal kita harus tumbuh 6,5 persen sampai 2030. Pertumbuhannya juga jangan asal tumbuh tetapi yang berkualitas, bagaimana menyerap tenaga kerja. (msw)

SHARE ON
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Budi Arie Setiadi

Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Indonesia

Edgar Ekaputra

Pakar Industri Keuangan dan Ekonomi, Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis UI

Lia KIan, Dr.

Staf Khusus Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila