BACK TO TOPIC
OPINI PENALAR
Polisi Tidak Dikondisikan Menjadi Arogan

Penembakan yang dilakukan oleh polisi ada yang sesuai dengan prosedur, tapi ada juga yang tidak sesuai. Untuk memastikan apakah penembakan sudah sesuai dengan prosedur, perlu di-cross check ke Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri.

Selain itu, kemungkinan bahwa arogansi semata menjadi alasan anggota polisi untuk melepaskan tembakan terbilang relatif kecil karena anggota polisi tidak dikondisikan menjadi arogan. Tidak ada “doktrin” yang dapat diterjemahkan menjadi merasa sebagai warga negara kelas satu, misalnya didoktrin untuk merasa sebagai dinamisator dan akselerator pembangunan seperti zaman orde baru (orba) dulu.

Peristiwa penembakan yang dilakukan oleh polisi itu sendiri dapat berulang setiap tahunnya karena adanya tuntutan pekerjaan penegakan hukum.

Terkait dengan pendidikan dasar untuk polisi, menurut saya, sebetulnya pendidikan dasar pun sudah cukup baik. Bahkan ada prosedur tes psikologis bagi para anggota kepolisian untuk mendapat izin memegang senjata api. Namun pelaksanaan tes rasanya kurang reliabel.

Di samping itu, stres kerja yang mereka alami juga tinggi. Bahkan karena stres kerja yang tinggi tersebut, cukup banyak anggota kepolisian yang bunuh diri. Untuk datanya bisa di-cross check ke unit kerja psikologi Polri. (sfc)

SHARE ON
close

TOPIK TERPOPULER

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Ujang Komarudin, Dr., M.Si.

Pengamat Politik dan Dosen Universitas Al Azhar Indonesia

Jerry Massie, Dr., M.A., Ph.D.

Direktur Eksekutif Political and Public Policy Studies

Yahya Agung Kuntadi, Ir., M.M.

Kepala Kantor UGM Kampus Jakarta, Institute of Research and Community LPPM UGM

FOLLOW US

Konsep Sudah Benar, Implementasinya Gagal             Tugas Terbesar Negara, Mencerdaskan Bangsa!             Indonesia Butuh Terobosan-terobosan Progresif Bidang SDM             Penekanan pada Memobilisasi Kapasitas Modal Manusia Lokal Secara Otentik             Meritokrasi vs Kabilisme             Kendalikan Harga Pangan untuk Menekan Inflasi             Utang Semakin Besar, Kemampuan Membiayai Pembangunan Berkurang             Perhatikan Belanja Non K/L yang Semakin Membesar             GBHN Isu Elite Politik Saja             Kepentingan Politik Lebih Menonjol