BACK TO TOPIC
OPINI PENALAR
Pengamat Politik dan Dosen Universitas Al Azhar Indonesia
Polisi Tak Boleh Berpolitik

Hak kubu Prabowo-Sandi untuk menolak hasil Pilpres 2019. Namun penolakan tersebut jangan sampai memperkeruh suasana. Penolakan tersebut menandakan kubu 02 tidak mengakui kemenangan kubu 01.

Tentu dinamika penolakan hasil pilpres itu akan berimplikasi kepada situasi politik. Politik masih akan hangat dengan segala dinamikanya. Dan selama Jokowi dengan Prabowo belum bertemu. Dan belum melakukan rekonsiliasi, maka kondisi politik masih akan tetap hangat.

Setiap warga negara punya hak untuk melakukan demonstrasi, termasuk yang dilakukan oleh pendukung oposisi. Dan pemerintah juga aparat tak boleh melarang-larang bagi masyarakat yang ingin menyampaikan aspirasi dan pendapatnya. Asalkan demonstrasi dilakukan dengan tertib, aman, nyaman, dan tidak anarkis ya sah-sah saja.

Dan saya memiliki keyakinan. Mereka yang melakukan demonstrasi akan menjaga tata tertib dan etika. Mereka yang berdemonstrasi adalah anak-anak bangsa yang harus dijaga. Mereka jangan dimusuhi. Namun demonstrasinya harus dijaga oleh polisi agar aman, damai, tertib, dan tidak membuat kegaduhan.

Untuk kepolisian bekerja secara profesional saja. Artinya tugas polisi menjaga dan mengamankan mereka. Agar demonstrasinya berjalan dengan aman dan tertib.

Polisi tak boleh berpolitik. Dan tak boleh jadi alat kekuasaan. Tugas polisi salah satunya untuk menjaga keamanan negara. Jadi jika ada demonstran yang melanggar hukum silahkan ditindak sesuai dengan ketentuan berlaku. Kita ingin memiliki Kepolisian yang cinta kepada negaranya. Juga cinta pada rakyatnya. (mry)

SHARE ON
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Yahya Agung Kuntadi, Ir., M.M.

Kepala Kantor UGM Kampus Jakarta, Institute of Research and Community LPPM UGM

Ujang Komarudin, Dr., M.Si.

Pengamat Politik dan Dosen Universitas Al Azhar Indonesia

Karyono Wibowo

Pengamat Politik. Peneliti di Indo Survey & Strategy. Peneliti Senior Indonesian Public Institute (IPI)

FOLLOW US

Kapan Merdeka dari KUHP Peninggalan Belanda?             Bangsa Parasit             Tinjau Kembali Politik Pangan             Semantik Munafik Lunatik Kembali Otentik              Indonesia Kehilangan Arah dan Tujuan             74 Tahun RI: Kedaulatan Sebagai Slogan Politik              Perlu Mekanisme Seleksi Khusus             Ketahanan Pangan Indonesia Masih Rapuh             Persoalan Ada Pada Tingkat Konsumsi             Kedaulatan Pangan Didukung Pola Makan dan Perilaku Konsumsi Pangan