BACK TO TOPIC
OPINI PENALAR
Mantan Penasihat KPK, Pendiri Dworowati, Civilization & Strategy (DCS) Yogyakarta
Pilihan Pahit Dampak Modal Asing

Ketika Orde Baru lahir tidak memiliki masa bulan madu. Di samping soal ketidakstabilan politik, persoalan ekonomi menggunung, inflasi tinggi, dan cadangan devisa negatif. APBN ketika itu defisit dan barang kebutuhan sehari-hari langka. Ekonomi mengalami stagnasi luar biasa.

Tidak ada pilihan lain ketika itu untuk menumbuhkan ekonomi kecuali melakukan liberalisasi ekonomi. Untuk itu butuh modal untuk investasi. Modal domestik kecil. Maka investasi asing dicari, lewat investasi langsung atau utang. Lahirlah Undang-Undang Penananaman Modal Asing.

Untung kemudian ada durian runtuh dari penjualan minyak ketika harga minyak bumi naik. Dari penjualan itu, pemerintah punya tabungan untuk investasi.

Jadi, ketika itu pemain utamanya ada tiga: modal swasta asing, modal swasta domestik, dan pemerintah. Hasilnya ekonomi tumbuh meyakinkan dan berkelanjutan sejak 1968 sampai 1981.  Tetapi menimbulkan ketimpangan ekonomi antarsektor dan antardaerah. Juga antargolongan. Jadi ada yang diuntungkan dan ada yang dirugikan.

Pada batas tertentu, negara dapat mengimbangi peran modal asing. Sepanjang negara kuat dan punya dana cukup, maka modal asing bisa diredusir dampak negatifnya. (Pso)

SHARE ON
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Christianto Wibisono

Analis Bisnis/ Pendiri Pusat Data Bisnis Indonesia (PDBI)

Didin S. Damanhuri, Prof., Dr., SE., MS., DEA

Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM) IPB

Riza Annisa Pujarama

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF)

FOLLOW US

Presiden sedang Menggali Kuburnya Sendiri             Duet Tango DPR & KPK             Utamakan Tafsir Moral ketimbang Tafsir Hukum dan Ekonomi             Langkah Menkeu Sudah Benar dan Fokuskan pada SKM 1             Industri Rokok Harus Tumbuh atau Dibiarkan Melandai             Perizinan Teknis Masih Kewenangan Daerah             Kiat Khusus Pangkas Birokrasi Perizinan di Indonesia             Politik Etika vs Politik Ekstasi              Kebutuhan Utama : Perbaiki Partai Politik             Pengaruh High Class Economy dalam Demokrasi di Indonesia (Bagian-1)