BACK TO TOPIC
OPINI PENALAR
Pengamat Politik dan Dosen Universitas Al Azhar Indonesia
Pilihan Cerdas Jadi Oposisi

Pilihan PKS menjadi partai oposisi sangat baik untuk perkembangan demokrasi di Indonesia. Karena perlu adanya checks and balances. Jika pemerintah kuat maka perlu juga oposisi yang kuat. Ini berguna agar jika pemerintah salah jalan, bisa diingatkan oleh partai oposisi.

Pilihan PKS untuk menjadi oposisi pemerintahan Jokowi-MA merupakan pilihan yang rasional dan cerdas. Pilihan tersebut tentu akan menguntungkan PKS karena di saat partai lain ingin bergabung dengan koalisi kubu Jokowi-MA, PKS memantapkan diri menjadi oposisi. PKS menjadi pembeda.

Biasanya ketika menjadi oposisi, daya tahannya akan kuat. Jika pemerintahannya gagal, maka partai oposisi-lah yang akan untung. Dulu PDIP juga dari tahun 2004-2014 (10 tahun) menjadi oposisi. Lalu pada 2014 menang Pemilu.

Tak apa jika Gerindra dan PKS yang berminat menjadi oposisi. Walaupun hanya dua partai, mereka akan kuat dan memiliki daya saing selama menjadi partai oposisi. Karena pilihan oposisi juga bagian dari persiapan untuk bersaing di 2024 nanti. Dua partai sudah cukup untuk bisa mengkritik kebijakan-kebijakan pemerintah jika nanti pemerintah salah arah. Kesalahan-kesalahan pememerintah nanti dalam mengurus negara, akan menjadi keuntungan bagi partai oposisi.

Setiap partai harus siap kalah dan harus siap menang. Yang menang akan ada dipemerintahan yang kalah biasanya akan menjadi oposisi. Ketiadaan dana bukan menjadi halangan untuk garang dan keras dalam mengkritik pemerintah.

Justru di saat dana tak ada, kader-kader partai oposisi akan ditempa dengan kesulitan. Dari kesulitan itulah biasanya mereka berpikir untuk memang di Pemilu yang akan datang. Jika sudah memilih dan sudah siap menjadi oposisi, ya harus siap dengan konsekwensi apapun termasuk tidak memiliki sumber pendanaan partai.

Buktinya PKS menjadi oposisi suaranya naik. Walaupun sempat terbelah tapi perolehan suaranya di Pileg 2019 naik. PKS sudah banyak belajar dan dengan 5 tahun menjadi oposisi sudah cukup paham untuk menjadi oposisi di lima tahun ke depan.

Harus yakin (menjadi oposisi). Pilihan PKS menjadi partai oposisi merupakan pilihan terbaik. Karena jika PKS bergabung dengan kubu 01 pun, tak akan mendapatkan jatah menteri yang banyak dan tak akan mendapat kementerian yang strategis.

PKS sangat yakin karena dengan menjadi oposisi mereka akan semakin besar. PKS akan banyak tampil dalam pemberitaan-pemberitaan dalam mengkritik pemerintah kedepan. (mkn)

SHARE ON
close

PENALAR

PILIHAN REDAKSI

PENALAR TERPRODUKTIF

Ujang Komarudin, Dr., M.Si.

Pengamat Politik dan Dosen Universitas Al Azhar Indonesia

Christianto Wibisono

Analis Bisnis/ Pendiri Pusat Data Bisnis Indonesia (PDBI)

Dadang Trisasongko

Direktur Eksekutif Tranparency Internasional (TI) Indonesia

FOLLOW US

Rekonsiliasi Politik di Level Elit Diharapkan Terjadi di Level Sosial.              Tak Ada yang Salah dengan Pertemuan Jokowi Prabowo             Perhatikan Lag antara Demand Side dan Regulasi dari Sisi Supply Side             Tantangan yang Harus Dihadapi Masih Besar             Kemiskinan Makin Sedikit, Sulit Dikurangi             Bansos Tak Efektif Kurangi Kemiskinan             UNHCR Harus Keluar             Pembangunan Negara Hukum Harus Jadi Agenda Prioritas             ‘Visi Indonesia’ Tidak Prioritaskan Pembangunan Hukum dan HAM             Perlu Pertimbangan Agar yang Dikurung Memang Pantas Dikurung