BACK TO TOPIC
OPINI PENALAR
Dosen Administrasi Publik Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)
Pertamina Momen Tepat Jokowi Evaluasi Kabinet Kerja

Bahwasanya pergantian pimpinan dalam perusahaan BUMN adalah hal yang wajar, bukan saja dalam mengejar keuntungan perusahaan tetapi mampu memberikan pelayanan publik, sehingga perusahaan plat merah tersebut sehat dan mampu berkompetisi.

Tetapi pergantian beberapa waktu ini pada perusahaan plat merah yang di bawah kementerian BUMN tidaklah wajar. Tidak hanya sekadar tidak memperhatikan aturan main, seperti halnya keberadaan TPA yang di dalamnya ada presiden dan beberapa menteri terkait.

Keputusan pergantian tersebut lebih kepada kegagalan pemahaman bahkan ketidakmampuan Menteri BUMN mengkonsolidasikan dan merestrukturisasikan BUMN agar mampu mencapai kinerja optimal. Bukan saja mencapai perusahaan yang sehat, tetapi menjadikan perusahaan plat merah mampu berkompetisi secara global. Sehingga secara domestik pun pelayanan publik terpenuhi dengan baik. 

Beberapa kejadian ini yang melangkahi aturan main, seperti dengan tidak melibatkan TPA merupakan pembangkangan terhadap presiden dan abuse of power. Alasan-alasan yang diutarakan dalam pencopotan Dirut Pertamina sangatlah menimbulkan pertanyaan yang dalam, sehingga menunjukkan ada sesuatu yang janggal.  Maka, presiden sudah harus sensitif merespons dengan mengevaluasi kinerja Kementerian BUMN agar bisa sesuai dengan cita-cita awal sebagai misi presiden dengan nawacitanya.

Kegagalan komunikasi pemerintah pun harus menjadi evaluasi besar presiden terhadap setiap keputusan ataupun kebijakan yang tidak pernah terkonsultasikan kepada presiden dengan baik. Artinya, memang di tingkat menteri sampai saat ini belum mampu bekerjasama dengan baik dengan presiden sebagai pembantu presiden dalam menjalankan pemerintahan sesuai misi Presiden Joko Widodo.

Mengevaluasi kinerja menteri merupakan respons yang layak dan pantas, agar spekulasi yang berkembang tidaklah menyudutkan presiden dan pemerintah secara negatif.

Inilah momentum tepat bagi presiden mengambil tindakan, sehingga bukan saja hanya menggugurkan spekulasi negatif, tetapi perbaikan kinerja kabinet kerja Presiden Joko Widodo. (cmk)

SHARE ON
close

PENALAR

PILIHAN REDAKSI

PENALAR TERPRODUKTIF

Ujang Komarudin, Dr., M.Si.

Pengamat Politik dan Dosen Universitas Al Azhar Indonesia

Christianto Wibisono

Analis Bisnis/ Pendiri Pusat Data Bisnis Indonesia (PDBI)

Dadang Trisasongko

Direktur Eksekutif Tranparency Internasional (TI) Indonesia

FOLLOW US

Temuan TPF Novel Tidak Fokus             Bentuk TGPF Independen untuk Kasus Novel Baswedan             Pilah Skema Untuk Proyek Strategis             Risiko Penyertaan Equity Proyek Macet             Diskresi Kepolisian Bermasalah?             Penanganan Tak Sesuai Perkap             Polisi Tidak Dikondisikan Menjadi Arogan             Kita Tidak Dapat Menduga Kondisi Mental Polisi saat Menembak             MPLS Harus Diselenggarakan Sesuai Pedoman             Pendidikan Swasta Semi Militer Harus Ditertibkan