BACK TO TOPIC
OPINI PENALAR
Guru Besar Antropologi UI, mantan Ketua Umum Partai Demokrat
Permisivisme Aparat

Serangan beruntun teroris akhir-akhir ini merupakan bentuk terjadinya eskalasi dan akumulasi tindak kekerasan, yang mencerminkan perlawanan terhadap pemerintahan yang sah. Semuanya itu buah yang harus kita petik, karena aparat keamanan gamang dalam menindak para pembangkang dan provokator yang berkedok membela agama.

So called ulama menikmati kebebasan bicara ditempat umum maupun tempat-tempat ibadah, untuk menanamkan kebencian dan permusuhan terhadap pemeluk agama lain dengan mempertajam perbedaan  ajaran. Mereka tidak malu-malu menyiarkan suara kebencian dan permusuhan di tempat ibadah maupun panggung politik tanpa kendali. Ditambah lagi, para teroris pun mendapat perlakuan sebagai layaknya manusia dengan HAM melebihi warga biasa.

Permisivisme aparat dalam memperlakukan tahanan teroris di tempatkan bersama untuk spesialisasi ideologi dengan aman di rumah tahanan (rutan). Barang bukti persenjataan disimpan dekat ruang tahanan tanpa pengamanan teknis maupun operasional. Penjagaan sangat minim, memberi kesan terhadap tahanan bahwa mereka mendapatkan perlindungan dari para bos yang memeliharanya. Semuanya itu membuat mereka jumawa dan bisa berbuat apa saja. Kondisi itulah yang mendorong mereka berbuat semaunya. (cmk)

SHARE ON
close

PENALAR

PILIHAN REDAKSI

PENALAR TERPRODUKTIF

Ujang Komarudin, Dr., M.Si.

Pengamat Politik dan Dosen Universitas Al Azhar Indonesia

Christianto Wibisono

Analis Bisnis/ Pendiri Pusat Data Bisnis Indonesia (PDBI)

Dadang Trisasongko

Direktur Eksekutif Tranparency Internasional (TI) Indonesia

FOLLOW US

Perlu Pertimbangan Agar yang Dikurung Memang Pantas Dikurung             Idealnya Penjara Tidak Untuk Lansia             Selesaikan PR di Periode Kedua             Jemput Bola Tarik Investasi             Fokus Pada Daya Saing, Reindustrialisasi, Pemerataan             Memperkokoh kemampuan mewujudkan cita-cita Presiden Joko Widodo              Simbol Kemajuan Bangsa dan Rekonsiliasi dalam Pertemuan Jokowi dan Prabowo             Apapun Tafsirnya, Kita Bangga Jokowi - Prabowo Bertemu             Bukan Hidup Abadi Badaniah Semata             Hidup Abadi Masih Spekulatif