BACK TO TOPIC
OPINI PENALAR
Direktur Centre of Reform on Economic (CORE) Indonesia
Perlu Tindak Lanjut Komitmen Investasi

Keberhasilan menarik Rp200 triliun investasi untuk pembiayaan infrastruktur dari pertemuan IMF WB di Bali patut diapresiasi karena sangat dibutuhkan untuk kelangsungan pembangunan infrastruktur ke depan. Apalagi di tengah keterbatasan pembiayaan oleh APBN sementara kebutuhan akan pembangunan infrastruktur jauh lebih besar untuk mempersempit ketertinggalan ketersediaan infrastruktur Indonesia dengan negara-negara lain.

Komitmen investasi tersebut perlu segera ditindaklanjuti dengan cermat agar dapat benar-benar terealisasi, mengingat selama ini realisasi investasi masih jauh lebih kecil dibandingkan komitmen investor. Pasalnya banyak kendala di lapangan yang terkadang menyurutkan minat investor untuk merealisasikan investasinya.

Green sukuk juga instrumen pembiayaan baru yang cukup prospektif ke depan mengingat concern terhadap kelestarian lingkungan semakin meningkat khususnya di negara-negara maju. (pso)

SHARE ON
close

TOPIK TERPOPULER

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Lana Soelistianingsih, Dr., S.E., M.A.

Ekonom Universitas Indonesia, Kepala Riset/ Ekonom Samuel Aset Manajemen

Mohammad Faisal

Direktur Centre of Reform on Economic (CORE) Indonesia

Ahmad Heri Firdaus

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF)

FOLLOW US

Perkuat Investasi, Industri dan Ikatan Kewilayahan di ASEAN             Perubahan Nomenklatur Tak Efektif dalam Jangka Pendek             Ketergantungan pada Komoditas Dikurangi, Perbanyak Industri Olahan Berbasis Komoditas             Setia Ekspor Komoditas Alam, atau Diversifikasi Ekspor?             Perlu, Optimalisasi Non Tariff Measure (NTM)             Kebijakan NTM akan Bermanfaat, Selama Tidak Berlebihan.             Sesuaikan pilihan jenis NTM dengan karakteristik produk impor             Kebijakan Mandek Terganjal Implementasi, Koordinasi, Eksekusi               Pemerintah Sibuk Urusi Poliitk             Tinjau Kembali Struktur Industri Nasional