BACK TO TOPIC
OPINI PENALAR
Direktur Centre of Reform on Economic (CORE) Indonesia
Perlu Tindak Lanjut Komitmen Investasi

Keberhasilan menarik Rp200 triliun investasi untuk pembiayaan infrastruktur dari pertemuan IMF WB di Bali patut diapresiasi karena sangat dibutuhkan untuk kelangsungan pembangunan infrastruktur ke depan. Apalagi di tengah keterbatasan pembiayaan oleh APBN sementara kebutuhan akan pembangunan infrastruktur jauh lebih besar untuk mempersempit ketertinggalan ketersediaan infrastruktur Indonesia dengan negara-negara lain.

Komitmen investasi tersebut perlu segera ditindaklanjuti dengan cermat agar dapat benar-benar terealisasi, mengingat selama ini realisasi investasi masih jauh lebih kecil dibandingkan komitmen investor. Pasalnya banyak kendala di lapangan yang terkadang menyurutkan minat investor untuk merealisasikan investasinya.

Green sukuk juga instrumen pembiayaan baru yang cukup prospektif ke depan mengingat concern terhadap kelestarian lingkungan semakin meningkat khususnya di negara-negara maju. (pso)

SHARE ON
close

PENALAR

PILIHAN REDAKSI

PENALAR TERPRODUKTIF

Ujang Komarudin, Dr., M.Si.

Pengamat Politik dan Dosen Universitas Al Azhar Indonesia

Christianto Wibisono

Analis Bisnis/ Pendiri Pusat Data Bisnis Indonesia (PDBI)

Dadang Trisasongko

Direktur Eksekutif Tranparency Internasional (TI) Indonesia

FOLLOW US

Perlu Pertimbangan Agar yang Dikurung Memang Pantas Dikurung             Idealnya Penjara Tidak Untuk Lansia             Selesaikan PR di Periode Kedua             Jemput Bola Tarik Investasi             Fokus Pada Daya Saing, Reindustrialisasi, Pemerataan             Memperkokoh kemampuan mewujudkan cita-cita Presiden Joko Widodo              Simbol Kemajuan Bangsa dan Rekonsiliasi dalam Pertemuan Jokowi dan Prabowo             Apapun Tafsirnya, Kita Bangga Jokowi - Prabowo Bertemu             Bukan Hidup Abadi Badaniah Semata             Hidup Abadi Masih Spekulatif