BACK TO TOPIC
OPINI PENALAR
Ketua Umum Gerakan Peduli Kesehatan Aceh (Geriksa)
Perlu Solusi Manfaatkan Dana Otsus

Hampir 10 tahun telah berjalan dana otonomi khusus di Aceh namun kesejahteraan belum juga terlihat titik terang. Berdasarkan kesepakatan MoU Helsinki pada 2005 yang melahirkan undang undang Pemerintah Aceh. Setahun berikutnya, salah satu dari kesepakatan tersebut adalah Aceh akan mendapatkan Dana Otonomi Khusus (DOKA).

Selama 20 tahun dengan rincian 2 persen dari dana alokasi umum selama 15 tahun dan sisanya selama 5 tahun sebanyak 1 persen, sejak pertama pemberian. Dana Otsus pada tahun 2008 sampai saat ini 2018 maka setidaknya aceh sudah mendapatkan Rp66,5 triliun, nominal yang sangat besar tersebut sampai saat ini belum sebanding dengan hasil yang didapatkan oleh rakyat Aceh. Bannyak faktor yang mempengaruhi, diantaranya adalah tidak siapnya pemerintah Aceh ketika awal awal Dana Otsus diberikan sehingga dana yang besar tersebut tidak teralokasi secara tepat sasaran, tidak berdasarkan prioritas, dan juga sebagian besar pengeluaran hanya bersifat konsumtif, karena tidak adanya rencana induk untuk pemanfaatan dana tersebut.

Kemudian pada 2015 baru terbentuk rencana induk pemanfaatan dana Otsus, artinya sudah berjalan 7 tahun tersebut benar benar tidak ada arah. Sehingga banyak hal yang bisa terjadi selama 7 tahun berjalannya dana Otsus, mulai dari penyelewengan dana hingga alokasi yang tidak tepat sasaran. Itu semua berdampak pada kesejahteraan Rakyat Aceh yang tidak kunjung membaik.

Maka solusi demi solusi harus segera dipikirkan bersama untuk memaksimalkan pemanfaatan dana Otsus di Aceh, termasuk pemerintah pusat harus melakukan evaluasi ketat terhadap dana tersebut. Mengingat 2027 dana otsus tersebut berakhir, dan harapannya pada saat tersebut kesejahteraan Rakyat Aceh lebih baik dari saat ini. (ast)

SHARE ON
close

PENALAR

PILIHAN REDAKSI

PENALAR TERPRODUKTIF

Gigin Praginanto

Pengamat Kebijakan Publik, Wartawan Senior

Ujang Komarudin, Dr., M.Si.

Pengamat Politik dan Dosen Universitas Al Azhar Indonesia

Bambang Budiono MS

Pengajar Antropologi Politik Fisip Unair

FOLLOW US

Daerah Perbatasan Harus Outward Looking             Abu Bakar Ba’asyir Digoreng dalam Bungkus Politik             Pemerintah Belum Bisa Disalahkan             Pemerintah Seharusnya Tidak Perlu Terburu-buru             Kapasitas Sumber Daya Lokal yang Menjadi Hambatan             Konglomerasi Media dan Pilpres             Kuatnya Arus Golput: Intropeksi Bagi Parpol             Golput Bagian dari Dinamika Politik             Parpol ke Arah Oligharkhis atau Perubahan?             Melawan Pembajak Demokrasi